BUMIAJI, RADAR BATU – Pemandangan tak biasa terlihat di kebun apel Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kamis pagi (9/4). Wali Kota Batu Nurochman turun langsung ke kebun dan ikut memetik apel bersama petani.
Pria yang akrab disapa Cak Nur itu tampak lincah menyusuri barisan pohon apel jenis Anna yang tengah berbuah lebat. Aksi tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi bentuk dukungan nyata menjaga eksistensi apel sebagai ikon Kota Batu.
Baca Juga: Nurochman Berangkat Haji 22 April Mendatang, Heli Suyanto Bakal Jabat Plt Wali Kota Batu
Menurut Cak Nur, apel Batu tidak boleh hanya menjadi cerita masa lalu. Keberadaannya harus terus dijaga dan dipublikasikan agar tetap hidup di tengah masyarakat.
“Kami ingin menggelorakan semangat bahwa apel Batu itu masih ada dan membanggakan,” ujarnya di sela kegiatan panen.
Ia menilai semangat petani di Tulungrejo yang tetap bertahan secara mandiri menjadi kekuatan besar bagi daerah. Bahkan, para petani dinilai mampu melakukan inovasi secara swadaya, mulai dari pembiayaan hingga perawatan tanaman hingga berhasil panen.
Dalam kesempatan itu, Cak Nur juga meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu untuk lebih aktif mendampingi petani. Pendampingan dimulai sejak masa tanam hingga panen agar produktivitas apel tetap terjaga.
Baca Juga: Wali Kota Batu Nurochman Tegur Kinerja Organisasi Perangkat Daerah
Tak hanya itu, ia menginstruksikan agar Distan KP mulai membeli bibit apel langsung dari kelompok tani lokal. Skema ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi petani sekaligus menjaga ketersediaan bibit unggul yang sesuai dengan kondisi lahan saat ini.
“Dengan begitu, eksistensi apel tidak memudar dan bisa tumbuh kembali,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Distan KP Kota Batu Hendry Suseno menyebut kehadiran kepala daerah di tengah petani menjadi suntikan moral yang sangat berarti. Terlebih, saat ini petani apel menghadapi tantangan menyusutnya lahan dan peralihan ke komoditas lain.
Ia menambahkan, keberadaan pohon apel tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga lingkungan.
Menurutnya, tegakan pohon apel mampu menahan air dan mengurangi risiko erosi, sehingga turut mencegah potensi bencana di wilayah Bumiaji.
“Tidak hanya memutar roda perekonomian petani, namun juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem,” pungkasnya.
Editor : Aditya Novrian