KOTA BATU, RADAR BATU - Ada pemandangan berbeda dalam agenda Coffee Morning jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Batu pagi tadi (7/4). Jika biasanya rutinitas koordinasi tersebut digelar di Balai Kota Among Tani, kali ini Wali Kota Batu Nurochman memilih memboyong para kepala OPD dan camat ke Kantor Kecamatan Bumiaji.
Langkah ini diambil agar koordinasi fokus pada penyelesaian masalah krusial di tingkat bawah. Cak Nur, sapaan akrabnya, menekankan pengawalan pertumbuhan industri tempat wisata di Kota Batu. Ia menyoroti fenomena alih fungsi lahan pribadi yang disinyalir menjadi pemicu kerentanan ekologis di wilayah Bumiaji dan sekitarnya.
"Ini sesungguhnya sebuah tamparan terkait adanya alih fungsi lahan. Misalnya, semula lahan apel, karena kondisinya chaos, malah bergeser jadi tanaman sayur tanpa adanya perlindungan apapun," tegasnya. Menurutnya, perubahan pola tanam dari pohon keras (apel) ke tanaman sayur semusim membuat struktur tanah lebih rawan erosi saat diguyur hujan deras.
Menyikapi hal tersebut, Cak Nur memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu untuk meningkatkan intensitas mitigasi. Ia tidak ingin langkah antisipasi hanya dilakukan saat bencana sudah terjadi. “Buatkan jadwal, idealnya dalam kurun waktu berapa untuk intensitas hujan seperti ini, langkahnya harus seperti apa," imbuhnya.
Pemindahan lokasi Coffee Morning ke Kantor Kecamatan Bumiaji bukan tanpa alasan. Wilayah Bumiaji dinilai Cak Nur sebagai daerah tangkapan air sekaligus lumbung pertanian Kota Batu yang paling rawan terdampak anomali cuaca.
Dengan turun langsung ke wilayah, pria asli Desa Sumberejo itu berharap koordinasi antara pemerintah kota dengan pemangku wilayah di tingkat kecamatan hingga desa bisa lebih sinkron. "Industri wisata baru harus tetap dikawal, tapi kewajiban menjaga lingkungan juga tidak boleh lepas," pungkasnya.(ori)
Editor : A. Nugroho