BUMIAJI, RADAR BATU – Polemik kandang babi yang berada di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, dan berada di tengah permukiman warga mulai menemukan titik terang. Setelah melalui dialog intensif, pemilik kandang bersedia menjual seluruh babi yang dipeliharanya.
Pertemuan yang digelar siang ini (6/5) melibatkan pemilik kandang, kepala desa, Babinkamtibmas Polsek Batu, Kasi Intel Polsek Batu, perwakilan kecamatan melalui Kasi Trantib, serta tokoh masyarakat setempat. Dialog ini dilakukan untuk mencari solusi atas keluhan warga terkait keberadaan kandang di area pemukiman.
Baca Juga: Kandang Babi di Permukiman Dinilai Langgar Aturan, Pakar Desak Pemerintah Melakukan Penindakan
Pemilik kandang, Agung (bukan nama sebenarnya), menyatakan kesediaannya menjual seluruh babi.
“Saya siap menjualnya tetapi perlu waktu,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa babi-babi tersebut merupakan peliharaan keluarganya sejak lama, bukan untuk usaha peternakan.
“Sedari kecil memang punya hobi memelihara hewan, jadi tidak ada niat untuk ternak babi,” tambahnya.
Saat ini terdapat delapan ekor babi di lokasi. Empat di antaranya sedang hamil dan diperkirakan segera melahirkan, sementara empat lainnya tidak hamil. Kondisi ini membuat jumlah babi berpotensi bertambah jika tidak segera terjual.
Baca Juga: Kandang Babi di Tengah Permukiman Batu Diduga Langgar Aturan, Pakar Minta Segera Ditutup
Agung memastikan, setelah seluruh babi terjual, ia tidak akan lagi memelihara hewan tersebut di lokasi.
“Kalau sudah habis dan terjual, tidak akan memelihara lagi. Saya akan coba sampaikan ke orang tua saya, tetapi belum tahu sampai kapan bisa terjual,” jelasnya.
Kasi Trantib Kecamatan Bumiaji Achmad Husni berharap kesepakatan ini menjadi solusi bagi polemik yang sempat mencuat di masyarakat. Ia menekankan perlunya pemilik kandang segera menawarkan babi ke berbagai pihak atau langganan sebelumnya, sehingga konflik sosial dapat dicegah dan masalah cepat terselesaikan.
Editor : Aditya Novrian