BATU, RADAR BATU - Beban biaya pengobatan masih membayangi korban penganiayaan di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu pada 11 Maret lalu. Hingga akhir Maret ini, keluarga korban belum menerima pertanggungjawaban penuh dari pihak pelaku.
Korban, MZ, 37, telah pulang dari rumah sakit sejak 16 Maret. Namun, kontrol lanjutan ke fasilitas kesehatan belum dilakukan karena keterbatasan biaya. Istri korban, SM, mengatakan kondisi keuangan menjadi kendala utama.
“Belum kontrol karena belum ada uang. Kami masih menunggu tanggung jawab dari keluarga pelaku,” ujarnya saat dihubungi wartawan koran ini melalui WhatsApp kemarin (27/3). Upaya meminta bantuan langsung telah dilakukan.
BACA JUGA: Antisipasi Lonjakan Arus Balik Lebaran 2026, Tol Trans Jawa Terapkan One Way tahap II
SM mendatangi keluarga pelaku, tapi belum membuahkan hasil. “Sudah ke rumah orang tua dan istri pelaku, tapi belum ada kejelasan,” katanya.
Total biaya perawatan mencapai lebih dari Rp11 juta. Hingga kini, bantuan dari pihak pelaku baru sebesar Rp1,5 juta. Sisa biaya harus ditanggung keluarga korban. Permohonan bantuan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban juga tidak disetujui.
Akibatnya, perawatan lanjutan dilakukan secara mandiri di rumah. Pergantian perban yang seharusnya dilakukan di fasilitas kesehatan kini dikerjakan sendiri setiap dua hari sekali. Jadwal kontrol pada 26 Maret pun terpaksa ditunda.
BACA JUGA: Konsep Mikutopia Batu Disorot Pakar Pariwisata UM, Begini Komentarnya
Meski demikian, kondisi korban berangsur membaik. MZ sudah dapat duduk dan berbicara, meski berjalan masih harus dibantu. Di sisi lain, proses hukum masih berjalan. Keluarga korban berharap ada itikad baik dari pihak pelaku untuk membantu pemulihan.
Kasi Humas Polres Batu Iptu M. Huda Rohman menyatakan penyidikan masih berlangsung. Terduga pelaku juga masih ditahan. “Proses penyidikan masih berjalan. Penyidik dijadwalkan melakukan pemeriksaan lanjutan di rumah korban pada 28 Maret,” tandasnya. (dia/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan