Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Anggaran Perbaikan Pascabencana di Kota Batu Naik Rp100 Juta

Zanadia Manik Fatimah • Jumat, 20 Maret 2026 | 14:30 WIB
Rumah di Kota Batu. ZANADIA MANIK FATIMAH/RADAR BATU
Rumah di Kota Batu. ZANADIA MANIK FATIMAH/RADAR BATU

Risiko bencana yang masih tinggi mendorong peningkatan anggaran rehabilitasi rumah warga. Pemerintah Kota Batu menaikkan alokasi perbaikan pascabencana menjadi Rp250 juta pada 2026, atau bertambah Rp100 juta dibanding tahun sebelumnya.

Kenaikan anggaran ini disiapkan untuk mengantisipasi kerusakan rumah akibat cuaca ekstrem yang kerap terjadi beberapa waktu terakhir. Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu Prasetyo Bagus Wicaksono mengatakan penyesuaian dilakukan berdasarkan proyeksi kebutuhan.

“Tahun ini dialokasikan Rp250 juta untuk rehabilitasi rumah pascabencana, menyesuaikan potensi kejadian tak terduga,” ujarnya.

 BACA JUGA One Way dan Jalur Alternatif Masih Jadi Andalan Rekayasa Lalin Pemkot Desak Peningkatan Status dari Lokal ke Nasional

Rinciannya, Kelurahan Temas dua rumah, Desa Oro-Oro Ombo tiga rumah, Desa Songgokerto satu rumah, Desa Sumberbrantas dua rumah, Desa Beji satu rumah, Desa Giripurno dua rumah, Desa Junrejo satu rumah, Desa Pandanrejo dua rumah, serta Desa Bumiaji satu rumah.

Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah. Angin kencang dan hujan deras menjadi penyebab utama. “Mayoritas rusak di atap. Ada yang sebagian hingga ambruk total, bahkan merembet ke dinding,” kata Prasetyo.

Tingkat kerusakan bervariasi, mulai ringan hingga berat. Besaran bantuan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Bantuan diberikan dalam bentuk material bangunan, bukan uang tunai. Setelah kejadian, tim melakukan kaji cepat untuk mendata dampak kerusakan.

 BACA JUGA Tak Punya Jalan Nasional, Kota Batu Kewalahan Hadapi Lonjakan Wisatawan

Warga kemudian mengajukan proposal bantuan. Selanjutnya dilakukan survei lapangan untuk menentukan kebutuhan material. Proses perbaikan umumnya dilakukan secara swadaya oleh warga. Material dari pemerintah dimanfaatkan melalui kerja gotong royong di lingkungan setempat.

“Tenaga kerja biasanya dari warga. Pemerintah membantu material,” ujarnya. Wilayah Kecamatan Bumiaji tercatat menjadi daerah dengan tingkat kerawanan lebih tinggi. Beberapa desa di wilayah ini masuk dalam daftar lokasi terdampak.

 BACA JUGA Arak Ogoh-Ogoh, Warga Lintas Agama di Kota Batu Bersatu Sambut Nyepi

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Batu berperan dalam pendataan awal melalui kaji cepat di lokasi kejadian. Hasilnya kemudian ditindaklanjuti bersama instansi terkait untuk proses rehabilitasi. Dengan penambahan anggaran ini, pemerintah berharap penanganan kerusakan rumah bisa lebih cepat. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
#rumah rusak #anggaran dana