Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Lebaran dan Nyepi Berdekatan, Toleransi Warga Tulungrejo Bumiaji Kian Menguat

Rori Dinanda Bestari • Kamis, 19 Maret 2026 | 13:23 WIB
Warga melintasi depan pura di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu beberapa waktu lalu. (Rori Dinanda Bestari/Radar Malang)
Warga melintasi depan pura di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu beberapa waktu lalu. (Rori Dinanda Bestari/Radar Malang)

BUMIAJI – Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, diprediksi berlangsung lebih semarak tahun ini. Momen Lebaran yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi justru memperkuat semangat toleransi antarumat beragama di desa tersebut.

Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, menyampaikan bahwa persiapan malam takbiran tetap dilakukan dengan khidmat, namun menyesuaikan kondisi lingkungan. Warga memilih tidak menggunakan sound system berdaya besar sebagai bentuk penghormatan kepada umat Hindu yang menjalani Nyepi.

Sebagai gantinya, takbiran akan diisi dengan kegiatan pawai anak-anak TPQ yang membawa lampion. Selain lebih sederhana, kegiatan tersebut dinilai aman dan tetap menghadirkan suasana meriah.

“Takbiran direncanakan dengan pawai lampion oleh anak-anak TPQ,” ujarnya.

Memasuki hari raya, tradisi turun-temurun berupa “weweh” atau saling berkunjung antarwarga dipastikan tetap berlangsung. Tradisi ini menjadi ruang silaturahmi lintas agama yang telah terjaga selama puluhan tahun.

Warga dari berbagai latar belakang saling mengunjungi rumah tetangga, mempererat hubungan sosial tanpa sekat perbedaan keyakinan.

Tokoh agama Hindu setempat, Mangku Resi, menegaskan bahwa toleransi di Desa Tulungrejo bukan hal baru. Keterlibatan lintas agama telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ia mencontohkan, saat rangkaian Nyepi berlangsung, unsur Banser turut membantu pengamanan. Sebaliknya, saat pelaksanaan takbiran maupun salat Idul Fitri, pecalang ikut menjaga kelancaran ibadah umat Islam.

“Ini sudah menjadi tradisi bersama. Semua saling menjaga,” ujarnya.

Tidak hanya dalam aspek pengamanan, keharmonisan juga terlihat dalam kehidupan sosial warga. Umat Hindu turut menyambut Lebaran dengan menyiapkan hidangan bagi tamu yang datang bersilaturahmi.

Kondisi tersebut menjadi gambaran kuatnya toleransi yang terbangun di Desa Tulungrejo. Perayaan hari besar keagamaan tidak hanya menjadi milik satu kelompok, tetapi dirasakan bersama sebagai momentum kebersamaan warga.

Editor : Aditya Novrian
#muslim #warga #lebaran #batu #nyepi #Tulungrejo