BATU - Cuaca ekstrem di Kota Batu diprediksi masih akan terus bergulir hingga 20 Maret mendatang. Pasalnya, berdasarkan radar pantauan stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda, Kota Batu masuk dalam zona merah potensi cuaca ekstrem.
Kepala Stasiun BMKG Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan menegaskan, posisi Kota Batu sedang berada di puncak musim hujan. Fenomena tersebut dipicu oleh aktifnya Monsun Asia yang beradu dengan gangguan gelombang atmosfer Low Frequency serta Gelombang Rossby yang melintas di langit kawasan Provinsi Jawa Timur.
"Kombinasi fenomena atmosfer itu memicu pertumbuhan awan konvektif yang sangat masif. Dampaknya, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang,” terangnya.
Bagi Kota Batu, ancaman itu memiliki dimensi yang lebih serius. Topografi wilayah yang didominasi pegunungan dengan tebing-tebing curam menjadi kerawanan tersendiri.
Curah hujan tinggi dengan durasi lama seperti sebuah bom waktu yang bisa memicu bencana hidrometeorologi. Ancaman bencana mulai dari tanah longsor, pohon tumbang, hingga banjir bandang di aliran sungai yang berhulu di perbukitan menjadi alarm serius. “Termasuk di titik-titik rawan seperti Klemuk dan Payung,” imbuhnya.
Saat hujan lebat mengguyur, jarak pandang pengendara dipastikan akan menurun drastis. Kondisi aspal yang licin dan potensi dahan pohon yang patah sewaktu-waktu menjadi teror nyata bagi pengendara yang kurang waspada. Untuk itu, pengendara diimbau untuk tak beraktivitas di jalan saat hujan deras tiba.
“Kami juga menyarankan untuk proteksi dini sebelum beraktivitas di luar ruangan,” jelasnya. Misalnya, dengan menggunakan baju berbahan tebal, masker, hingga sarung tangan untuk menjaga kondisi tubuh. Di samping itu, pemantauan intensif pada radar cuaca juga menjadi mitigasi yang perlu dilakukan mandiri.
Evakuasi mandiri juga perlu dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan. Khususnya apabila hujan mengguyur dan tak kunjung reda lebih dari satu jam.
Taufiq mengaku akan terus mematangkan koordinasi dengan instansi terkait di Pemkot Batu. Peringatan dini durasi pendek hingga 2-3 jam ke depan rutin disebar melalui kanal digital. “Langkah antisipasi ini menjadi kunci utama agar potensi bencana tidak berujung pada tragedi yang tidak diinginkan,” tandasnya. (ori)
Editor : A. Nugroho