Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Ratusan Umat Rayakan Magha Puja di Dhammadipa Arama

Fajar Andre Setiawan • Senin, 2 Maret 2026 | 10:11 WIB

HIKMAT: Prosesi Pindapata di kawasan Padepokan Dhammadipa Arama, Jalan Ir. Soekarno, Kelurahan Beji, Kecamatan Junrejo dalam perayaan Magha Puja 2569 BE kemarin (1/3).
HIKMAT: Prosesi Pindapata di kawasan Padepokan Dhammadipa Arama, Jalan Ir. Soekarno, Kelurahan Beji, Kecamatan Junrejo dalam perayaan Magha Puja 2569 BE kemarin (1/3).

JUNREJO - Perayaan Hari Suci Magha Puja 2569 Buddhist Era (BE) di Padepokan Dhammadipa Arama, Jalan Ir. Soekarno, Kelurahan Beji, Kecamatan Junrejo kemarin (1/3), diikuti ratusan umat Buddha dan masyarakat umum. Kegiatan tersebut tidak hanya diisi ibadah keagamaan, tetapi juga bakti sosial.

Sejak pukul 09.00, kawasan padepokan telah dipadati peserta yang mengikuti berbagai layanan sosial. Kegiatan bakti sosial itu meliputi terapi akupunktur, terapi dalong, serta donor darah. Penyuluh Agama Buddha Kementerian Agama Kota Batu Suwono mengatakan jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 300 orang.

“Pesertanya cukup banyak. Ada juga yang dari Kabupaten Malang seperti Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo dan Kota Malang,” ujarnya. Selain kegiatan sosial, rangkaian ibadah juga berlangsung khidmat. Salah satunya tradisi Pindapata yang digelar pada pukul 10.00. Dalam tradisi monastik Buddhis itu, para bhikkhu berjalan tanpa alas kaki.

Mereka berjalan untuk menerima sedekah makanan dan kebutuhan pokok dari umat awam menggunakan mangkuk (patta). Puncak peringatan Magha Puja digelar melalui ibadah utama pukul 13.00. Hari suci itu memperingati peristiwa Caturanga Sannipata, yaitu berkumpulnya 1.250 Arahat tanpa undangan yang telah ditahbiskan langsung oleh Sang Buddha.

“Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah penyebaran Dhamma,” kata Suwono.

Dalam kegiatan sosial, panitia bekerja sama dengan sejumlah lembaga. Donor darah digelar bersama PMI Kabupaten Malang dan diikuti sekitar 40 pendonor.

Sementara terapi akupunktur melibatkan Yayasan Abdi Kasih Kota Malang dengan lebih dari 70 peserta. Adapun terapi dalong bekerja sama dengan Yayasan Samadi Wirya Kota Malang yang diikuti lebih dari 75 peserta.

Menurut Suwono, peringatan Magha Puja tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha. Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat kontribusi umat dalam kehidupan sosial. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung hingga sekitar pukul 15.00. (dia/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#Buddhist #Hari Suci Magha Puja