MALANG KOTA – Sejumlah pedagang di Pasar Buku Wilis, Kota Malang, memilih memundurkan jam tutup toko selama Ramadan tahun ini. Perubahan dilakukan untuk menyesuaikan pola kunjungan pembeli yang bergeser ke sore hingga malam hari.
Pada hari biasa lapak tutup sekitar pukul 17.0018.00. Namun, kini sebagian pedagang bertahan hingga pukul 20.00 atau selepas waktu Isya. Mereka berharap tambahan waktu operasional dapat mendongkrak transaksi di tengah lesunya daya beli.
Satria, salah satu pedagang, mengaku ritme keramaian berubah signifikan selama bulan puasa. Menurut dia, pengunjung justru ramai menjelang berbuka hingga malam hari.
“Kalau Ramadan, ramainya sore sampai malam. Jadi saya buka lebih lama untuk mengantisipasi pembeli yang datang setelah tarawih,” ujarnya.
Ia menyebut, dalam satu hari hanya sekitar lima hingga sepuluh orang yang benar-benar bertransaksi. Jumlah itu jauh dari kondisi normal. Hal senada disampaikan Handoyo, pedagang lain di kawasan Simpang Wilis. Ia mengakui kondisi ekonomi yang belum pulih berdampak pada penjualan, terutama buku bekas yang menjadi andalan pasar tersebut.
“Yang penting ada pengunjung, meski hanya melihat-lihat. Itu sudah memberi harapan,” katanya. Menurut Handoyo, tidak jarang warga yang selesai salat tarawih menyempatkan diri mampir untuk mencari judul tertentu. Momentum itulah yang coba dimaksimalkan pedagang agar tetap bertahan. (Rayyan Sugangga/ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan