Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Harga Bunga Tabur Naik Tiga Kali Lipat

Fajar Andre Setiawan • Minggu, 22 Februari 2026 | 14:20 WIB

HARGA MELONJAK: Salah seorang pedagang kaki lima di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Blimbing, menjajakan bunga tabur beberapa waktu lalu
HARGA MELONJAK: Salah seorang pedagang kaki lima di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Blimbing, menjajakan bunga tabur beberapa waktu lalu

MALANG KOTA - Harga bunga tabur di sejumlah titik penjualan Kota Malang melonjak hingga tiga kali lipat selama Ramadan tahun ini. Kenaikan terjadi akibat tingginya permintaan untuk tradisi nyekar, sementara ketersediaan stok dari pemasok minm.

Huniya, penjual bunga yang mangkal di bahu Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Blimbing, mengaku lonjakan paling terasa pada bunga kenanga. Jika pada hari biasa ia membeli seharga Rp50 ribu per kilogram, kini harga kulakan menembus Rp150 ribu per kilogram.

“Naiknya drastis, sampai tiga kali lipat,” ujarnya. Kenaikan serupa terjadi pada bunga sedap malam. Dari harga normal Rp50 ribu per ikat, kini menjadi Rp120 ribu per ikat. Lonjakan modal tersebut otomatis memangkas margin keuntungan pedagang.

Menurut Huniya, sebagian besar pasokan bunga didatangkan dari luar kota, seperti Pasuruan. Ketergantungan pada daerah pemasok membuat harga mudah terdongkrak ketika permintaan meningkat pada momen tertentu, terutama Ramadan.

Meski modal melonjak, ia memilih tidak menaikkan harga jual secara signifikan. Untuk satu plastik bunga tabur berisi campuran mawar, melati, dan pandan wangi, ia tetap menjual Rp5 ribu per bungkus. Strateginya adalah mengurangi takaran isi agar harga tetap terjangkau.

“Kalau dijual terlalu mahal, pelanggan bisa beralih atau tidak jadi beli. Kondisi ekonomi juga sedang sulit,” katanya. Pedagang dihadapkan pada dilema antara menaikkan harga demi menutup modal atau mempertahankan harga agar stok tidak menumpuk dan layu.

Bagi mereka, menjaga perputaran barang lebih penting daripada mengejar keuntungan besar dalam waktu singkat. Kenaikan harga bunga tabur saban Ramadan sejatinya bukan fenomena baru. Namun lonjakan tahun ini dinilai lebih tajam, sehingga pedagang harus lebih cermat mengatur strategi agar tetap bertahan di tengah fluktuasi harga musiman. (Fika Aghnia Rahma/ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#lonjakan harga #Bunga Tabur #Ramadhan 1447 H #Harga Bunga Tabur