BATU - Proses seleksi terbuka (selter) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah (Sekda) di Kota Batu segera memasuki tahap pendaftaran. Pemerintah Kota Batu telah menuntaskan pembentukan panitia seleksi (pansel), sehingga pengumuman pembukaan selter tinggal menunggu waktu.
Pembentukan pansel melibatkan unsur profesional dan akademisi lintas lembaga. Di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, akademisi perguruan tinggi di Malang Raya, serta pakar kebijakan publik. Komposisi tersebut disiapkan untuk menjamin transparansi dan objektivitas dalam menjaring kandidat sekda definitif.
“Pansel sudah terbentuk, jadi tinggal running. InsyaAllah usai pekan pertama puasa,” ujar Wali Kota Batu Nurochman. Menurut dia, penentuan waktu tersebut dinilai strategis agar tahapan administrasi dapat berjalan beriringan dengan aktivitas selama Ramadan.
Pemkot menargetkan proses selter hingga pelantikan dapat rampung maksimal tiga bulan setelah pembukaan. Jika berjalan sesuai rencana, posisi sekda definitif ditargetkan terisi usai Lebaran. Cak Nur, sapaan Nurochman, menyebut tidak khawatir dengan mekanisme selter.
Meski berpotensi terpotong masa libur Ramadan dan Lebaran, tim teknis diminta menyusun linimasa detail. Mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, uji kompetensi, hingga penelusuran rekam jejak kandidat.
“Kalau nanti terpotong Lebaran, kami sesuaikan. Tapi jika memungkinkan selesai sebelum itu, tentu lebih baik,” katanya. Ia menegaskan, proses seleksi harus berjalan efektif tanpa mengurangi kualitas. Ia juga menargetkan selter berlangsung akseleratif tapi tetap akuntabel.
Dengan rampungnya pansel, publik kini menanti figur-figur yang akan bersaing memperebutkan kursi strategis Sekda Kota Batu. Posisi tersebut dinilai vital dalam mengawal arah kebijakan dan stabilitas birokrasi pemerintahan daerah. (ori/dre)
Disunting kembali oleh Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian