BATU - Tim Reaksi Cepat (TRC) Ratusima Kota Batu tengah kekurangan personel. Saat ini, unit yang menangani Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) atau orang terlantar itu hanya memiliki enam relawan aktif. Jumlah tersebut dinilai belum mampu mengimbangi kebutuhan penanganan kasus sosial yang terus muncul.
Karena itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu membuka rekrutmen tiga relawan baru. Tambahan personel dinilai penting untuk mempercepat respon saat ada laporan kedaruratan sosial. “Idealnya kami butuh dua laki-laki dan satu perempuan,” ujar Hartono, Pekerja Sosial Fungsional sekaligus Koordinator TRC Ratusima.
Pelamar diprioritaskan merupakan warga Kota Batu berusia 25-45 tahun dan mampu mengendarai mobil. Kemampuan ini penting agar relawan bisa langsung bergerak tanpa menunggu relawan lain. “Relawan TRC harus bisa bertindak cepat. Jadi kemampuan membawa mobil itu sangat membantu,” kata Hartono.
Pihaknya juga mengutamakan pelamar berlatar belakang pendidikan S1 Kesejahteraan Sosial. Namun, pendaftar dari jurusan lain tetap diperbolehkan. Mereka nantinya akan mengikuti pendidikan dan pelatihan pekerja sosial. Relawan yang lolos akan bertugas mendampingi klien sejak asesmen lapangan, perawatan di Shelter Sosial Oro-Oro Ombo, hingga pengantaran rujukan ke fasilitas layanan jika diperlukan.
“Kami butuh mereka yang cekatan, disiplin, dan punya empati tinggi. Kegiatan harian banyak dilakukan di shelter dan lapangan,” papar Hartono. Calon relawan juga wajib mengikuti seleksi praktik pada 16-27 Desember. Dalam tahap ini, pelamar diuji kemampuan merespons dan menangani klien secara langsung.
Relawan yang diterima akan bekerja dengan sistem kontrak dan mendapat honorarium dari pemerintah daerah. Saat ini, TRC Ratusima diperkuat lima relawan laki-laki dan satu perempuan. “Kalau terpenuhi, jumlah relawan menjadi sembilan. Semoga itu cukup untuk memenuhi kebutuhan penanganan PPKS di Kota Batu,” tutupnya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho