BATU - Rencana penetapan zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di kawasan Alun-Alun Kota Wisata Batu batal terealisasi tahun ini. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menunda peluncurannya karena sejumlah persyaratan teknis yang belum dipenuhi pedagang. Saat ini fokus utama pembuatan zona KHAS berada di area kuliner Pasar Induk Among Tani.
Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Endrayoni Sasmito menuturkan penundaan itu didasarkan hasil evaluasi lapangan. Persyaratannya menjadi zona KHAS masih belum lengkap.
"Kami menilai peluang penerapan zona KHAS lebih realistis saat ini di Pasar Induk Among Tani," ujarnya.
Dari 537 pedagang kaki lima (PKL) yang tercatat aktif di area alun-alun, banyak yang belum memiliki sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kepatuhan terhadap standarisasi keamanan pangan dari BPOM juga masih rendah. Termasuk praktik kebersihan dan tata kelola usaha yang wajib sesuai pedoman.
Standar zona KHAS merujuk pada pedoman Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Kawasan yang ingin dinyatakan KHAS harus memenuhi beberapa kriteria kunci. Di antaranya seluruh produk bersertifikat halal, terjamin keamanan konsumsinya, menerapkan prosedur kebersihan dan manajemen pangan yang baik.
"Selain itu, praktik keuangan usaha harus transparan dan nonriba. Zona KHAS bukan sekadar label halal tapi juga menuntut perubahan operasional dan administratif pedagang," ujarnya. Endrayoni kini sedang mengintensifkan program pendampingan dan sosialisasi kepada pelaku usaha di alun-alun.
Pendampingan meliputi fasilitasi pendaftaran ke BPJPH dan BPOM, pelatihan higiene pangan, serta pembinaan administrasi usaha agar pedagang memenuhi kriteria KHAS. Bila persyaratan rampung, dia menargetkan zona KHAS tersebut bisa terealisasi tahun depan. Dia berharap penundaan ini menjadi momentum memperkuat kesiapan PKL.
"Kami ingin kawasan kuliner di alun-alun benar-benar bisa menjadi ikon wisata halal yang aman dan sehat sekaligus mendorong daya saing UMKM lokal," pungkasnya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho