BATU - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menambah early warning system (EWS) banjir belum bisa terealisasi. Pasalnya, kajian pemasangan alat pendeteksi potensi bencana banjir itu masih belum selesai. Dari segi keamanan saat dipasang di lereng pegunungan.
Tahun lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu menargetkan pemasangan EWS banjir di empat titik hasil pemetaan daerah rawan bencana di Kota Batu. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu Gatot Nugraha mengatakan hingga saat ini belum ada kajian mendalam mengenai pemasangan EWS.
“Kami masih kaji segi keamanan titik pemasangannya,” ujarnya. Gatot menyebut idealnya EWS banjir harus terpasang di daerah aliran sungai (DAS) yang dapat terpantau. Namun, tipikal sungai di Kota Batu ini masuk kategori fast onset alias alirannya sangat deras. Di sisi lain turunnya debit aliran itu juga cepat.
Sedangkan, EWS banjir idealnya dipasang di slow onset seperti dam. Pasalnya, level kenaikan debit air terlihat kasat mata dan mampu dideteksi dengan mudah. Kendati begitu, Gatot mengungkapkan ada opsi lain untuk mengatasi itu, yakni dengan menggandeng mahasiswa melalui program pengabdian masyarakat (PM).
“Melalui kerja sama itu, kami akan meminta mahasiswa untuk melakukan pendataan mengenai titik yang cocok dipasang EWS banjir,” sambungnya. Di samping itu, potensi banjir juga sudah mulai dicegah susur sungai di lima titik di lereng Gunung Arjuno. Khususnya untuk aliran sungai yang jarang dilewati manusia.
Di antaranya Jurang Susuh, Sengonan, Curah Krecek, Pusung Lading, dan Glagah Wangi. Dari kelima sungai tersebut, ada 94 titik yang dilakukan pendataan potensi terjadinya pohon tumbang dan tanah longsor. Sebab, umumnya bencana banjir terjadi lantaran tersumbatnya aliran sungai yang tertutup material longsor dan pohon tumbang yang tidak terdeteksi.
“Seperti banjir bandang yang terjadi pada tahun 2021 lalu,” tegas Gatot. Bencana banjir juga dapat disebabkan dari penumpukan sedimentasi tanah di atas normal. Sehingga aliran sungai meluap dan berakibat banjir. Seperti yang kerap terjadi di area Taman Rekreasi Selecta.
Lebih lanjut, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Suwoko menambahkan selain kebutuhan alat dan upaya mitigasi, faktor kesiapan manusia juga penting dilakukan. “Kami juga perlu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara menghadapi potensi bencana itu,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho