BATU - Peningkatan kapasitas drainase di Pasar Induk Among Tani Kota Batu, mulai dikerjakan dalam sepekan hari terakhir. Material proyek telah datang bertahap sejak awal Oktober lalu. Pekerjaan diawali dari sisi belakang pasar agar tidak mengganggu aktivitas para pedagang yang berjualan di bagian depan.
“Kami mulai dari belakang karena area itu relatif sepi dari kegiatan jual beli,” ujar Syeh Zaenal Arifin, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu. Bagian yang sedang dikerjakan meliputi pemasangan crossing box atau gorong-gorong beton pracetak berdimensi 60x60 sentimeter.
Komponen ini berfungsi untuk memperlancar aliran air di bawah jalur kendaraan atau area aktivitas pasar. Setelah area belakang rampung, pengerjaan akan berlanjut ke bagian depan pasar. Namun, tahap ini memerlukan koordinasi lebih intens dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Induk Among Tani.
“Kami sudah komunikasi dengan Kepala UPT. Nantinya, sosialisasi ke pedagang akan dilakukan oleh UPT karena itu bagian dari tugas mereka,” kata Syeh. Ia menegaskan, prinsip utama proyek ini adalah tidak mengganggu aktivitas pedagang. Karena itu, Disperkim menyiapkan beberapa opsi mitigasi seperti rekayasa waktu kerja.
“Untuk area depan, pekerjaan bisa dilakukan malam hari saat pasar tutup. Sementara di area belakang, pengerjaan bisa dilakukan siang hingga sore setelah aktivitas jual beli berkurang,” jelasnya. Syeh memastikan setiap tahapan pekerjaan akan menyesuaikan dengan kebutuhan operasional pedagang.
Proyek drainase ini bernilai Rp2,6 miliar dan telah mendapatkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sejak 13 Agustus lalu. Namun, pelaksanaan sempat tertunda setelah terjadi insiden jatuhnya pekerja dari lantai tiga saat perbaikan talang air pada 19 Agustus lalu. Kini, proyek kembali dilanjutkan dan ditarget selesai sesuai jadwal kontrak yakni 11 November nanti.
“Kami optimistis bisa tuntas tepat waktu. Sebab, sisa pekerjaan tinggal penyelesaian saluran saja,” ujar Syeh. Dengan selesainya proyek ini, diharapkan sistem drainase Pasar Induk Among Tani dapat berfungsi optimal. Terutama untuk mencegah genangan air yang kerap terjadi selama musim hujan sekaligus bisa menampung bus pariwisata untuk parkir di sana. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho