BATU - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih sebulan lagi. Namun, antusiasme wisatawan sudah terasa. Sejumlah hotel dan vila di Kota Batu mulai menerima pemesanan sejak awal November. Di tengah tingginya minat berlibur itu, Polres Batu mengingatkan wisatawan agar waspada terhadap penipuan penginapan daring yang marak terjadi setiap tahun.
Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata menegaskan penipuan paling sering terjadi melalui penawaran penginapan berharga murah di luar platform resmi. Modusnya klasik tapi masih banyak memakan korban. Biasanya, pelaku akan menawarkan vila dengan harga di bawah pasaran, lengkap dengan foto dan testimoni palsu.
“Kemudian, pelaku akan meminta uang muka. Setelah korban transfer, nomor kontak langsung customer diblokir,” ujarnya. Andi mengingatkan agar wisatawan tidak mudah tergiur harga murah tanpa memastikan keaslian sumber informasi. Ia menyarankan wisatawan melakukan pemesanan melalui situs resmi atau datang langsung ke lokasi sebelum melakukan pembayaran.
“Kalau bisa, gunakan sistem pembayaran di tempat. Dengan begitu keasliannya bisa dipastikan,” katanya. Fenomena ini, menurut dia, meningkat jelang musim liburan panjang ketika okupansi penginapan naik drastis. Biasanya pelaku menargetkan wisatawan dari luar daerah yang tidak mengenal medan dan penginapan di Kota Batu.
Peringatan serupa datang dari Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi. Ia menyebut penipuan bahkan dilakukan hacker profesional dan berpengalaman. “Mereka bisa membajak akun Google Business milik hotel atau vila, lalu mengganti nomor kontak resmi dengan nomor mereka sendiri,” beber Sujud.
Perubahan itu baru terdeteksi setelah pihak hotel menerima keluhan dari calon tamu. Begitu dicek, ternyata informasi di google sudah diganti. Sehingga tamu yang mengira memesan di tempat resmi, sebenarnya berhubungan dengan akun palsu. Sujud meminta seluruh pengelola penginapan memeriksa akun bisnis daring mereka secara berkala.
Tujuannya untuk memastikan data tidak diretas. Sujud juga mengimbau wisatawan agar memesan melalui situs resmi atau online travel agent (OTA) terpercaya yang memiliki kerja sama resmi dengan pengusaha lokal. “Cek ulang nama vila, alamat, dan nomor kontak. Jangan percaya pada promosi mencurigakan atau transaksi pribadi lewat pesan singkat,” tegasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho