BATU - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII dan Hari Ulang Tahun (HUT) XXVII Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) berlangsung spesial di Golden Tulip Holland and Resort Batu kemarin (24/10). Pasalnya, forum tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam sambutannya menekankan pembangunan konektivitas antarwilayah.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju, damai, dan rukun. Baik kolaborasi di bidang ekonomi, politik, maupun sosial. “Ada berbagai identitas yang berperan untuk itu. Termasuk warga keturunan Tionghoa yang turut membantu pembangunan di Indonesia,” tegasnya.
AHY menyebut, ada lima tantangan yang harus dihadapi Indonesia saat ini. Yakni geopolitik, ekonomi, perubahan iklim, perubahan demografi, hingga kemajuan teknologi. Perlu adanya kemudahan akses agar seluruhnya bisa berjalan dengan seimbang. “Pembangunan infrastruktur untuk kemudahan konektivitas menjadi poin penting,” jelasnya.
Termasuk di Kota Batu, dia menilai keunggulan di sektor pariwisata perlu didukung kemudahan akses antarwilayah. Tujuannya untuk memudahkan mobilitas wisatawan. Hal itu akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Ketua DPP Partai Demokrat itu menambahkan konektivitas antarwilayah juga memudahkan distribus logistik.
Misalnya, produksi unggulan Kota Batu tidak hanya bisa memasok kebutuhan pasar lokal saja. Melainkan juga bisa didistribusikan ke wilayah-wilayah lainnya bahkan ke daerah terpencil. “Karena memang ada beberapa wilayah yang masih tertinggal akibat konektivitas yang belum memadai,” katanya.
Sejauh ini, pembangunan infrastruktur untuk konektivitas antarwilayah mulai berjalan. Seperti bus, kereta api, dan berbagai moda transportasi lainnya. Namun, transportasi darat sejauh ini tetap menjadi yang paling potensial melihat kondisi geografis Indonesia. Kendati begitu, AHY tetap menekankan pembangunan transportasi laut dan udara.
Hal Itu bertujuan agar pemerataan pertumbuhan ekonomi bisa dilakukan. “Maka, consent kami juga perbaikan kualitas dan perluasan infrastruktur di sektor tersebut,” tandas putra sulung Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (ori/dre)
Editor : A. Nugroho