Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Wajah Alun-Alun Kota Wisata Batu Bakal Dipoles Bertahap, Ada Opsi Ditutup Total selama Pengerjaan

Fajar Andre Setiawan • Jumat, 29 Agustus 2025 | 18:26 WIB
BAKAL DIREVITALISASI: Kawasan ikonik Alun-Alun Kota Wisata Batu menjadi jujugan favorit para wisatawan.
BAKAL DIREVITALISASI: Kawasan ikonik Alun-Alun Kota Wisata Batu menjadi jujugan favorit para wisatawan.

BATU - Revitalisasi kawasan Alun-Alun Kota Wisata Batu bakal dimulai dalam waktu dekat. Namun, pengerjaannya akan dilakukan secara bertahap. Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menarget akan merehabilitasi toilet, tender dini, dan lelang fisik bianglala yang lama. Sedangkan, tahun depan targetnya yakni pengadaan dan pemasangan bianglala baru serta pembaruan taman.

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan anggaran revitalisasi alun-alun sementara ini masih sebatas untuk pengadaan ferris wheel atau bianglala baru. Namun, prosesnya sempat maju mundur karena penerapan efiensi anggaran. Semula pengadaan ikon utama di alun-alun tersebut dianggarkan sebesar Rp 7 miliar melalui APBD 2025. Setelah terimbas efisiensi, pengadaannya bergeser tahun depan.

Tahapan Revitalisasi Kota Wisata Batu.
Tahapan Revitalisasi Kota Wisata Batu.

“Anggaran sudah masuk Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 5,5 miliar,” jelasnya. Orang nomor satu di Pemkot Batu itu menyebut anggaran itu akan sekaligus menyentuh perbaikan taman di dalam alun-alun. Sebab, taman dinilai sudah usang dan butuh pemolesan agar terintegrasi dengan bianglala yang baru.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni mengungkapkan kontrak pembuatan Detail Engineering Design (DED) bianglala sudah selesai. Tinggal menunggu nilai fisiknya. Itu diestimasikan akan selesai dalam 60-90 hari ke depan. Kendati begitu, usulan anggaran yang ada masih sangat dinamis. Nilainya akan disesuaikan dan mempertimbangkan dengan proyek prioritas dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain.

Untuk akselerasi realisasi rencana tersebut, dirinya mengaku tengah mengusulkan tender dini untuk pengadaan dan pemasangan bianglala baru. Sebab, syaratnya untuk melakukan hal itu sudah terpenuhi. Yakni proyek harus masuk dalam KUA PPAS. “Kalau disetujui untuk melakukan tender dini, bulan November mendatang sudah bisa kami mulai lelangnya,” imbuh dia.

Sementara, proses peremajaan yang akan dimulai tahun ini akan menyasar perbaikan area toilet. Fasilitas umum itu nantinya akan dibuat menjadi dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk janitor, toilet disabilitas, dan toilet khusus perempuan. Sedangkan, toilet laki-laki difokuskan di lantai dua. Di lantai dua juga akan ditambahkan musala. “Jadi pengunjung alun-alun memiliki opsi beribadah di tempat yang lebih dekat,” ujarnya.

Kendati begitu, ada beberapa kendala dalam proses revitalisasi besar-besaran di alun-alun. Di antaranya tempat untuk alat-alat berat seperti crane. Alat tersebut tentu saja membutuhkan ruang tapak yang luas. Sedangkan lahan di area alun-alun sangat terbatas. Ditambah kegiatan sosial masyarakat terus bertumbuh dan berkembang. Otomatis aktivitas dan mobilitas masyarakat di sana juga semakin tinggi.

“Ada dua opsi yang akan digodok untuk solusi kendala tersebut. Yakni penutupan alun-alun secara total dan sebagian,” tegasnya. Dian menyebut kawasan konstruksi yang paling mungkin dimanfaatkan area dalam alun-alun. Apalagi proses revitalisasi tidak berjalan parsial. Sebab, dalam waktu yang sama juga akan dilakukan pemasangan dan uji coba smart gate parking dan peremajaan taman.

Melihat kondisi tersebut, Mantan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa itu menilai opsi yang paling mungkin diterapkan yakni penutupan total alun-alun. Hal ini untuk menghindari gangguan berulang kepada masyarakat dan pedagang. Misalnya penutupan jalan yang dilakukan berkali-kali untuk proyek yang berbeda. Sebab, itu akan tidak efektif dan malah akan mengganggu mobilitas wisatawan.

“Maka opsi penutupan total dengan pendekatan terintegrasi diharapkan dapat diselesaikan dalam satu waktu. Sebagai gambaran kemungkinan bisa butuh waktu 6-8 bulan untuk penutupan total alun-alun,” tegasnya. Dian menambahkan akan segera melakukan komunikasi lanjut dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag).

Revitalisasi alun-alun tidak hanya menjadi hajat DLH saja. Sebab, ada proyek lain yang menjadi domain instansi lain. Misalnya smart gate parking oleh Dishub dan revitalisasi Pedagang Kaki Lima (PKL) oleh Diskumperindag. “Kami akan duduk bersama untuk merumuskan langkah yang tepat agar tidak menimbulkan gejolak sehingga semua proyek di alun-alun bisa berjalan beriringan,” pungkas dia. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#DED berubah #DLH #Alun alun #kota wisata batu #pemkot batu #revitalisasi