Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Kisah di Balik Perumahan Bukit Batu Permata yang Terbengkalai Puluhan Tahun

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 10 Juni 2025 | 18:46 WIB

SEJAK 1996: Gapura menuju Perumahan Bukit Batu Permata di Desa Songgokerto, Kecamatan Batu tampak sepi dan jarang dilalui orang.
SEJAK 1996: Gapura menuju Perumahan Bukit Batu Permata di Desa Songgokerto, Kecamatan Batu tampak sepi dan jarang dilalui orang.

Terancam Diambil Alih Negara Tahun Depan

Sudah 20 tahun Perumahan Bukit Batu Permata terbengkalai tak berpenghuni. Padahal dulu perumahan itu jadi primadona karena lokasinya yang strategis. Hunian di sana memiliki pemandangan alam yang indah dari dataran tinggi.

PERUMAHAN Bukit Batu Permata di Desa Songgokerto, Kecamatan Batu tampak mistis. Puluhan unit rumah di dalamnya mangkrak tak berpenghuni. Dari 20 rumah yang ada, hanya satu saja yang bertuan. Kondisinya mirip seperti setting tempat di film-film horor.

TERBENGKALAI: Salah satu rumah di Perumahan Bukit Batu Permata sudah rusak dan ditumbuhi rumput liar.
TERBENGKALAI: Salah satu rumah di Perumahan Bukit Batu Permata sudah rusak dan ditumbuhi rumput liar.

Dari gerbang masuk perumahan, suasana terasa lengang. Akses jalan masuk jarang dilalui orang. Ditambah kondisi jalan rusak parah. Gapura yang dilengkapi pos penjagaan di sisi kanan dan kiri itu sudah usang dan berkarat. Dua pos penjagaan kosong, menambah kesan mistis.

Seratus meter dari gerbang masuk mulai terlihat beberapa bangunan rumah dua lantai. Desainnya cukup mewah. Setidaknya cocok dengan kondisi geografis dataran tinggi. Beberapa rumah dilengkapi balkon. Pemiliknya tampak sengaja mengonsep hunian untuk menikmati keindahan pemandangan alam sekitar.

Bangunan rumah di sana kini lebih cocok untuk uji nyali daripada dihuni. Tembok-tembok bangunan jadi sasaran aksi vandalisme. Banyak genteng yang sudah roboh. Rumput liar tumbuh setinggi 1 meter lebih. Bahkan, nyaris menutup jendela rumah di lantai satu.

Beberapa rumah masih terpasang lampu yang menyala sepanjang hari. Tanpa dinyalakan tanpa dimatikan pula. Barangkali itu dipasang pemiliknya untuk menghindari pemanfaatan tempat untuk tindakan tidak terpuji.

Ada sekitar 20 rumah yang masih berdiri. Lengkap dengan musala kecil yang atapnya sudah hampir roboh. Di ujung perumahan ada satu rumah yang masih berpenghuni dan disewakan.

“Dulu perumahan ini adalah lahan apel,” ungkap Suparman, Pengawas Perumahan Bukit Batu Permata.

Sayangnya, semakin ke sini eksistensi apel terus memudar. Sampai akhirnya pada 1990-an, pemilik tak lagi mengelolanya sebagai lahan apel.

Alhasil, terjadilah alih lahan untuk perumahan tersebut. Perumahan itu dibangun sejak tahun 1996 silam. Pengembangnya bernama Yos asal Kota Surabaya. Kemudian dipindahtangankan kepada Harianto Tjokroseno pada 2001 silam.

“Pengembang gulung tikar dan perumahan ditinggalkan begitu saja,” katanya.

Proses pembangunan hanya berjalan 10 tahun. Setelahnya, pembangunan rumah-rumah di sana tidak lagi diteruskan alias mangkrak.

Sertifikat Hak Guna Bangunan Perumahan (SHGB) Bukit Batu Permata terbit pada 1996 silam. Tepatnya milik salah satu pengembang PT Horison Utama Karya, Surabaya. Namun, kini sudah beralih nama.

Masa berlaku SHGB perumahan tersebut masih aktif hingga 3 Desember 2026 mendatang. Jika pemiliknya tidak mengajukan permohonan perpanjangan, tanahnya akan kembali menjadi milik negara. “Status tanah akan beralih menjadi Tanah Negara Bekas Hak Guna Bangunan Nomor 429/Kel. Songgokerto,” katanya.(*/dre)

Editor : A. Nugroho
#Bukit Batu #SHGB #permata #Diambil alih negara