Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Gawat! Tiga Zona DBD di Kota Batu Meledak di Awal 2025: Warga Diminta Waspada

A. Nugroho • Senin, 2 Juni 2025 | 18:17 WIB

Ilustrasi nyamuk DBD (freepik).
Ilustrasi nyamuk DBD (freepik).

RADAR BATU – Warga Kota Batu perlu meningkatkan kewaspadaan. Hingga Mei 2025, Dinas Kesehatan Kota Batu mencatat lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mengkhawatirkan. Tiga kelurahan tercatat sebagai zona merah DBD, yaitu Sisir, Temas, dan Ngaglik, dengan total 53 kasus dari 66 yang dilaporkan sepanjang awal tahun ini.

Zona Merah: Sisir, Temas, dan Ngaglik

Lonjakan terbesar terjadi di Kelurahan Sisir dengan 22 kasus, angka tertinggi di Kota Batu saat ini. Disusul Kelurahan Temas dengan 16 kasus, dan Ngaglik yang melaporkan 15 kasus. Ketiga wilayah ini dinilai memiliki potensi tinggi berkembangnya nyamuk Aedes aegypti akibat curah hujan tidak menentu, suhu lembap, dan lingkungan padat penduduk.

Baca Juga: Dinkes Kota Batu Temukan 31 Kasus DBD Baru

Sebaliknya, beberapa daerah di Kecamatan Bumiaji justru mencatat nihil kasus, sementara Dadaprejo dan Pendem (Kecamatan Junrejo) hanya melaporkan kasus sporadis. Namun, kondisi ini tetap tidak boleh membuat masyarakat lengah.

Aksi Serius Pemerintah: PSN Serentak dan Abate Gratis

Wali Kota Batu bersama Dinas Kesehatan telah menginstruksikan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak di seluruh wilayah. Selain itu, pembagian abate secara gratis dilakukan melalui puskesmas dan kelurahan sebagai langkah preventif.

Masyarakat juga dihimbau untuk melaporkan gejala DBD sedini mungkin. “DBD bukan penyakit musiman biasa. Gejalanya bisa menipu dan tiba-tiba memburuk,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu.

Kenali Gejala DBD: Jangan Tunggu Parah

Gejala awal DBD kerap tidak disadari: demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri sendi, mual, dan ruam kulit. Pada tahap lebih lanjut, penderita bisa mengalami mimisan, muntah darah, hingga syok dengue. Jika demam tinggi lebih dari tiga hari, warga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga: Sebulan, Dinkes Batu Catat 13 Kasus DBD

Tips Penting: Cegah Sebelum Terlambat

Berikut beberapa langkah sederhana namun krusial yang bisa dilakukan setiap rumah tangga:

  1. Terapkan PSN 3M Plus : Menguras bak mandi dan tempat penampungan air minimal seminggu sekali, menutup semua wadah air, dan endaur ulang barang bekas yang bisa menampung air (Tambahan: Taburkan abate, tanam lavender, pelihara ikan pemakan jentik).
  2. Jaga Kebersihan Lingkungan : Jangan biarkan sampah menumpuk, bersihkan saluran air dan pastikan tidak ada genangan. Gunakan kawat kasa di ventilasi untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.
  3. Lindungi Diri dan Keluarga : Gunakan lotion anti nyamuk, kelambu saat tidur, dan pakaian tertutup terutama untuk anak-anak.
  4. Perkuat Imun Tubuh : Konsumsi makanan bergizi, cukup tidur, dan olahraga teratur. Daya tahan tubuh yang baik bisa mempercepat pemulihan jika tertular.
  5. Jangan Ragu ke Dokter : Segera cari pertolongan medis jika mengalami demam tinggi berkepanjangan, terutama bila disertai tanda-tanda perdarahan atau lemas ekstrem.

Saatnya Aksi Nyata dari Rumah Sendiri

Tingginya angka kasus DBD di Kota Batu menjadi alarm keras bagi seluruh lapisan masyarakat. Tidak cukup hanya menunggu tindakan pemerintah, aksi nyata bisa dimulai dari rumah sendiri. Dengan kolaborasi antara warga dan pemerintah, Kota Batu bisa bebas DBD. Ingat, nyamuk hanya butuh satu tetes air dan satu kelengahan untuk menularkan penyakit. Jangan biarkan itu terjadi! (my)

Editor : A. Nugroho
#zona merah #waspada dbd #kota batu #dbd #cegah dbd