Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Krisis Gaza: Komunitas Internasional Serukan Gencatan Senjata dan Pembukaan Akses Bantuan Kemanusiaan

Aditya Novrian • Minggu, 13 April 2025 | 19:00 WIB

Seorang anak remaja yang membawa sekarung makanan untuk keluarga (Antara)
Seorang anak remaja yang membawa sekarung makanan untuk keluarga (Antara)

BATU - Krisis kemanusiaan di Gaza semakin memprihatinkan akibat meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hamas, yang terus berlanjut tanpa tanda-tanda akan mereda.

Serangan udara, tembakan artileri, dan operasi militer darat telah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur penting, termasuk rumah sakit, sekolah, dan pusat distribusi bantuan.

Dalam situasi genting ini, komunitas internasional mendesak agar segera dilakukan gencatan senjata dan pembukaan akses untuk bantuan kemanusiaan.

Baca Juga: Mortir Sisa Perang Dunia 2 Gegerkan Warga Ngabab, Pujon  

Berdasarkan laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 37.000 warga Palestina dilaporkan tewas sejak Oktober 2023, dengan sekitar 14.000 di antaranya adalah anak-anak.

Selain itu, lebih dari 82.000 orang mengalami luka-luka, banyak di antara mereka yang harus menghadapi amputasi akibat keterlambatan dalam penanganan medis.

Sistem kesehatan di Gaza berada dalam keadaan kritis, dengan lebih dari 70% fasilitas medis tidak beroperasi akibat serangan dan kekurangan pasokan.

Baca Juga: Realisasi PBB-P2 Triwulan Pertama Kota Batu Rendah

Blokade total yang diberlakukan oleh Israel sejak awal Maret 2025 semakin memperburuk keadaan, mengakibatkan hampir tidak adanya pasokan makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan air bersih.

Salah satu insiden paling tragis terjadi pada 23 Maret 2025, ketika militer Israel menembaki konvoi ambulans yang membawa petugas medis dari Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), serta kendaraan PBB dan truk pemadam kebakaran.

Serangan ini mengakibatkan tewasnya 15 petugas medis, termasuk delapan personel PRCS dan enam anggota Pertahanan Sipil Palestina.

Baca Juga: Polusi Udara sebagai Faktor Ancaman Ganda: Dampak Pada Kesehatan Tubuh dan Mental

Militer Israel awalnya mengklaim bahwa tembakan dilakukan karena kendaraan konvoi mendekat dengan cara mencurigakan tanpa lampu menyala.

Namun, rekaman video menunjukkan bahwa konvoi tersebut telah menyalakan lampu saat merespons panggilan darurat

Setelah penyelidikan awal, militer Israel mengakui kesalahan dalam serangan tersebut dan menyatakan bahwa para petugas medis tidak bersenjata saat ditembak.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina merilis video yang membantah klaim Israel bahwa mereka menargetkan ambulans secara acak.

Baca Juga: Polisi Bekuk Tiga Pengedar Uang Palsu Asal Blitar

Video tersebut menunjukkan ambulans dan kendaraan lain dengan lampu menyala serta petugas medis mengenakan seragam reflektif.

Hamas telah menyatakan kesediaannya untuk mempertimbangkan gencatan senjata demi menghentikan kekerasan yang berkepanjangan.

Hossam Badran, anggota biro politik Hamas, menegaskan bahwa pihaknya terbuka untuk semua usulan yang dapat membawa perdamaian dan menghentikan genosida terhadap rakyat Palestina.

Baca Juga: Rp 175,7 Juta Dana PIP di Kota Batu Hangus

Namun, hingga saat ini belum ada kesepakatan baru yang tercapai meskipun mediator seperti Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir terus berupaya memfasilitasi dialog antara kedua pihak.

Di sisi lain, PBB melaporkan bahwa akses bantuan kemanusiaan ke Gaza sangat terhambat.

Sejak intensifikasi konflik pada Maret 2025, Israel telah menolak sekitar 68% upaya koordinasi bantuan oleh PBB untuk memasuki wilayah tersebut.

Baca Juga: PSSI Jatim Sebut Stadion Brantas Tak Layak

Penolakan ini menghalangi misi-misi penyelamatan jiwa yang sangat dibutuhkan oleh warga Gaza.

Direktur Jenderal WHO bahkan menyebutkan bahwa blokade ketat Israel menyebabkan kelaparan akut dan malnutrisi di kalangan warga Gaza serta meningkatnya risiko penyakit dan kematian.

Komunitas internasional terus mendesak agar kekerasan dihentikan melalui gencatan senjata serta pembukaan akses bantuan tanpa hambatan untuk meringankan penderitaan rakyat Gaza.

Seruan ini sangat penting mengingat situasi kemanusiaan di wilayah tersebut telah mencapai titik kritis yang memerlukan solusi segera. (Tiwi)

Editor : Aditya Novrian
#genjatan senjata #gaza #palestina - israel