BATU - Fenomena lomba balap lari di Kota Batu menjadi perbincangan hangat belakangan ini setelah viral di media sosial.
Kegiatan itu dinilai cukup positif oleh masyarakat.
Usut punya usut kegiatan itu telah rutin dilakukan setiap tahun khusus di bulan Ramadan.
Meski begitu, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mewanti-wanti agar tak ada taruhan di dalamnya.
Wali Kota Batu Nurochman menilai kegiatan itu cukup positif untuk mengisi waktu luang.
Lomba balap lari juga bisa dimanfaatkan sebagai ajang peningkatan solidaritas.
Di samping tentu saja punya dampak terhadap kesehatan.
Cak Nur berpesan agar kegiatan tersebut dilakukan dengan penuh tanggung jawab, suportif, dan tetap menjaga kondusivitas.
Mengingat kegiatan tersebut dilakukan di sekitar permukiman warga.
Apalagi lomba balap lari itu dilakukan dini hari.
Terlepas dari itu, dia mengapresiasi komunitas yang menggelar acara itu.
Bahkan, dia meminta balap lari dipertahankan sebagai agenda rutin tahunan setiap Ramadan.
“Namun, jangan sampai ada praktik judi dan taruhan di dalamnya,” ucapnya.
Terpisah, salah seorang panitia balap lari Irsan mengaku ide lomba balap lari sudah ada sejak dua tahun terakhir.
Lomba tersebut viral setelah salah seorang peserta mengunggahnya di media sosial.
Kini lomba itu menjadi atensi banyak pihak.
Awalnya lokasi yang digunakan balap lari berpindah-pindah.
Seiring berjalannya waktu, banyak peserta dan penonton dari luar daerah.
Sehingga, penyelenggara memutuskan untuk menetapkan satu lokasi.
Yakni di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu.
Mulai pukul 01.00 hingga sahur. Irsan memastikan kegiatan itu bersih dari praktik judi dan taruhan.
“Hadiah untuk pemenang berasal dari sponsor,” tandasnya.
Kegiatan balap lari Kota Batu banjir pujian di tengah maraknya kasus balap liar di Malang Raya.
Apalagi keikutsertaan peserta perempuan menambah semarak kegiatan tersebut.
Salah satu partisipan Ardi Riyadi, 24, mengatakan balap lari juga akan mempertandingkan delapan perempuan.
Mereka sudah mendaftar dan akan bertanding satu lawan satu di lintasan sepanjang 100 meter.
Proses pendaftarannya juga cukup unik.
Yakni dengan membuat instastory yang berisi tantangan kepada peserta lain.
Instastory itu wajib tag akun @info.balaplaribatu.
Pendaftar juga harus menyertakan informasi berat badan dan tinggi badan dalam postingannya.
Itu bertujuan untuk mencarikan lawan yang sepadan.
Kalau pendaftarnya atlet juga akan melawan sesama atlet.
Sehingga, bisa menghasilkan laga yang adil.
Pria warga asli Desa Sumberejo itu mengatakan kegiatan balap lari digelar setiap hari.
“Setiap harinya kami batasi empat pertandingan saja,” pungkasnya. (ori/iza/dre)
Editor : A. Nugroho