Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Mie Soden Kota Batu: Menanti Rasa Biasa di Tempat Luar Biasa

A. Nugroho • Senin, 14 April 2025 | 21:40 WIB

Pemandangan yang dapat dilihat dari tempat makan Mie Soden Kota Batu (Muhammad Yahya).
Pemandangan yang dapat dilihat dari tempat makan Mie Soden Kota Batu (Muhammad Yahya).

BATU - Jika bicara soal kuliner di Kota Batu, Mie Soden mungkin tak akan menang dalam adu rasa. Tapi soal suasana? Warung sederhana ini bisa jadi juaranya. Terletak di Jalan Raya Selecta, tepat di seberang pintu masuk kawasan wisata Selecta, Mie Soden bukan sekadar tempat makan, melainkan spot kuliner yang menghadirkan pengalaman tak biasa.

Buka mulai pukul 18.00 - 23.00 WIB, warung ini kerap jadi persinggahan anak-anak muda, wisatawan, hingga warga sekitar yang ingin menikmati semangkuk mi instan ditemani udara dingin khas Batu. Namun, yang jadi magnet sesungguhnya justru bukan makanannya, melainkan panorama indah lampu-lampu Kota Batu yang bisa dinikmati dari ketinggian.

Baca Juga: Ngopi Ala Jepang di Lereng Panderman: Mizumi Café Jadi Primadona Baru Wisata Kuliner Batu

Adalah Soden, pria 44 tahun, pemilik warung yang menamai kedainya dari nama panggilannya sendiri. Ia memulai usaha ini dengan sederhana, bahkan nyaris tanpa perencanaan. Tahun 2002, saat belum punya pekerjaan tetap, ia berjualan es campur, ketan, dan angsle di lokasi ini.

Hingga pada 2003, ide untuk berjualan malam hari muncul, dan menu pun berganti menjadi mi rebus serta kopi. Sejak saat itulah nama “Mie Soden” mulai dikenal di kalangan pemburu kuliner malam Kota Batu, meskipun ia sendiri mengaku tak pernah merasa menu makanannya istimewa.

Menu Mie Soden dan kopi (Radha Fiya).
Menu Mie Soden dan kopi (Radha Fiya).

Soden mengatakan bahwa keunikan warung ini lebih dominan di lokasi, pemandangannya bagus, dan halamannya luas. Tempatnya memang masih sewaan, tapi suasananya tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Yang membuat warung ini semakin menarik adalah ritme pelayanan yang ‘anti-mainstream’. Jangan harap pesanan Anda akan cepat sampai. Rata-rata, pengunjung harus menunggu lebih dari satu jam, bahkan tak jarang dua jam, untuk semangkuk mi yang rasanya, ya, biasa saja.

Namun, justru di situlah letak seninya. Soden menegaskan bahwa konsep warungnya tak semata soal kecepatan atau rasa, tapi tentang proses menikmati waktu bersama orang-orang terdekat sambil memandangi hamparan lampu kota yang gemerlap.

Baca Juga: Nuansa Estetik dan Vintage di Kafe Jaler Tenan Batu, Daya Tarik Baru Pecinta Kuliner

Lucunya, meski tanpa promosi di media sosial, Mie Soden selalu ramai. Pengunjung berdatangan berkat rekomendasi dari mulut ke mulut. Saking ramainya, tak jarang Soden harus menutup sementara warungnya demi mengatur laju pengunjung.

Untuk Soden, perjalanan bisnisnya adalah cerita tentang kesabaran. Soden mengungkapkan jika bisnis nya tidak dikenal karena rasa, maka pasti ada alasan lain seperti pemandangan dan suasana yang membuat orang balik lagi.

Selama 21 tahun menjalankan usaha, Soden meyakini kunci kesuksesannya adalah bersabar dan terus berproses, tak peduli sesulit apapun tantangannya. Warungnya kini tak hanya jadi tempat makan, melainkan juga ruang kontemplasi, ruang nostalgia, dan tempat berkumpul dengan latar panorama Kota Batu yang menawan.

Jadi, kalau Anda penasaran, siapkan waktu luang, ajak teman, dan biarkan pengalaman makan di Mie Soden jadi momen yang tak sekadar soal rasa, tapi juga cerita. (my)

Editor : A. Nugroho
#kuliner unik #kuliner kota batu #hidden gem #wisata kota batu #cerita kuliner #mie soden batu #Kuliner Malam