Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bocah Down Syndrome Diduga Tewas Dirundung, Polisi Uji Toksikologi

A
Penulis: Ali Azhar D❯
Kombes Luthfie Sulistiawan . Instagram/luthfie.daily
Kombes Luthfie Sulistiawan . Instagram/luthfie.daily

Advertisement

 

SURABAYA – Kematian Z (10), bocah penyandang down syndrome yang diduga menjadi korban perundungan tetangganya di Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, memasuki babak baru. Polrestabes Surabaya telah mengautopsi jasad korban dan kini menunggu hasil pemeriksaan toksikologi dari Laboratorium Forensik (Labfor) untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan, menyebutkan bahwa sampel darah dan lambung korban telah dikirim ke Labfor cabang Surabaya pada Rabu (30/9/2026). Langkah ini diambil untuk mendalami penyebab kematian anak dari pasangan SA (53) dan NF tersebut.

Advertisement

"Pengiriman sampel darah dan lambung untuk pemeriksaan toksikologi di Labfor Polda Jawa Timur," ujar Luthfie, Senin (19/10/2026).

Sebelum meninggal dunia, Z sempat dilarikan ke RSUD Eka Candrarini untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Selain uji toksikologi, polisi juga menanti laporan sosial (lapsos) dari pekerja sosial (peksos) serta hasil pemeriksaan psikologi dari Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jawa Timur. Seluruh temuan itu akan menjadi bahan pertimbangan dalam rapat pengambilan keputusan bersama.

Advertisement

Rapat tersebut akan mempertemukan penyidik, Balai Pemasyarakatan (Bapas), pekerja sosial, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya. Keluarga korban dan keluarga terduga pelaku, yakni orangtua dari anak yang diduga melakukan perundungan, juga dilibatkan. Forum ini menjadi mekanisme penanganan perkara yang melibatkan anak sesuai amanat undang-undang.

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga meninggal dunia akibat kekerasan yang diduga dilakukan oleh salah satu anak dari keluarga terduga pelaku. Hasil rapat bersama nantinya akan menentukan langkah pembinaan terhadap anak tersebut.

"Pengambilan keputusan bersama-sama ini adalah untuk menentukan proses pembinaan selanjutnya terhadap anak," ucap Luthfie.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Sabtu (12/9/2026) di kawasan Jalan Tambak Medokan Ayu, Rungkut. Kala itu, ayah korban tengah beristirahat di dalam rumah, sedangkan ibunya sedang berjualan di pasar.

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer