Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Kekeringan, Risiko Karhutla Tahun Ini Lebih Besar

F
Penulis: Fasya Mumtahanah❯
WASPADA KEKERINGAN: Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang dan Kering dari Tahun Sebelumnya. (Sumber: Istimewa)
WASPADA KEKERINGAN: Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang dan Kering dari Tahun Sebelumnya. (Sumber: Istimewa)

Advertisement

JAKARTA, RADAR BATU – Risiko karhutla pada tahun ini diperkirakan melonjak akibat musim kemarau yang datang lebih awal dan lebih lama. Terkait hal tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya langkah pencegahan guna menekan dampak kebakaran hutan yang diprediksi lebih besar dibanding tahun 2025.

"Artinya dibandingkan tahun lalu, kemungkinan terjadinya karhutla tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu,” ujar Raja Juli dalam keterangannya, Rabu (22/4).

Advertisement

Data BKG menunjukkan kemarau panjang itu disebabkan fenomena El Nino yang muncul lebih cepat mulai Juni atau Juli tahun ini.

Fenomena itu diperparah kondisi curah hujan yang akan kurang dari 100 mm per bulannya.

Dengan begitu, setidaknya ada tiga kondisi kunci yang harus diwaspadai masyarakat. Pertama, kemarau panjang. Kedua, curah hujan yang paling rendah setelah 30 tahun, dan kekeringan lahan.

Menurut Raja, kerja sama yang dilakukan mencakup integrasi data dan informasi meteorologi, klimatologi, dan kehutanan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pelaksanaan modifikasi cuaca serta analisis risiko berbasis sains.

Kerja sama yang dilakukan mencakup integrasi data dan informasi meteorologi, klimatologi, dan kehutanan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pelaksanaan modifikasi cuaca serta analisis risiko berbasis sains.

“OMC yang dilakukan jauh-jauh hari sebelum apinya menyala. Sekarang sedang berkoordinasi dengan berbagai instansi, tinggi muka air tanah kita pantau ketika nanti di bawah 40 cm kita adalah OMC untuk menambah permukaan air tanah, terutama di daerah-daerah gambut kalau sudah menyala sulit padam, kalau cadangan airnya cukup insya Allah kita tidak akan terjadi kebakaran,” jelasnya.

Advertisement
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber

Artikel Terkait

El Nino Diprediksi Berlangsung hingga 2027, Ini Dampak dan Langkah Antisipasi Menghadapi El Nino

El Nino Diprediksi Berlangsung hingga 2027, Ini Dampak dan Langkah Antisipasi Menghadapi El Nino

El Nino diperkirakan berlanjut hingga awal 2027. ini dampak yang perlu diwaspadai, serta lankah antisipasinya.

El Nino Makin Kuat, Musim Hujan Bisa Mundur. Jawa Timur Kapan Diguyur Hujan?

El Nino Makin Kuat, Musim Hujan Bisa Mundur. Jawa Timur Kapan Diguyur Hujan?

El Niño yang menguat membuat awal musim hujan di Jawa Timur diprediksi mundur. Lantas, kapan Jawa Timur mulai memasuki musim hujan?

Mengenal Monsun Australia, Fenomena di Balik Kekeringan Parah

Mengenal Monsun Australia, Fenomena di Balik Kekeringan Parah

BMKG ingatkan Monsun Australia jadi dalang di balik kekeringan panjang 2026, berdampak ke 492 lokasi dan 155 ribu jiwa krisis air bersih.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer