BATU - Intensitas hujan tinggi kembali menguji kerentanan jalur strategis penghubung Kota Batu-Pujon. Tebing di kawasan Payung 3, Jalan Trunojoyo, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, longsor pada Selasa malam lalu (3/2) sekitar pukul 23.45. Material longsoran berupa tanah dan batu menutup sebagian badan jalan.
Kondisi itu sempat membuat akses jalan lumpuh. Longsor terjadi setelah hujan mengguyur kawasan tersebut secara terus-menerus. Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Suwoko, menyebut ketinggian tebing yang ambrol mencapai sekitar 10 meter.
Material longsoran meluncur hingga empat meter dengan lebar dua meter dan menutup sebagian jalur kendaraan. “Kami menerima laporan pukul 07.42 pagi, kemudian langsung bergerak melakukan penanganan,” ujar Suwoko.
BPBD Kota Batu bersama tim gabungan dari TNI, Polri, Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, relawan, serta Paguyuban Payung segera melakukan pembersihan material. Selama proses evakuasi, petugas memberlakukan sistem buka-tutup jalan untuk mengurai antrean kendaraan yang sempat mengular di jalur tersebut.
Suwoko memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat kejadian, kondisi lalu lintas relatif lengang. Sehingga tidak ada pengendara yang tertimpa longsoran. Setelah material dibersihkan, jalur kembali dapat dilalui dan arus lalu lintas berangsur normal.
Meski demikian, BPBD mengingatkan pengguna jalan untuk tetap waspada. Sisa material tanah di beberapa titik masih licin dan berpotensi membahayakan pengendara. “Kami minta masyarakat ekstra hati-hati, terutama saat hujan deras. Jalur Payung dan kawasan perbukitan lainnya masih rawan longsor, banjir, maupun pohon tumbang,” tegas Suwoko. (ori/dre)
Editor : Aditya Novrian