Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Cuaca Ekstrem, Pendakian Buthak-Panderman-Bokong Kota Batu Ditutup Total

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 20 Januari 2026 | 09:02 WIB
CUACA CERAH: Para pendaki mengabadikan momen di di kawasan sabana Gunung Buthak yang kini ditutup sementara sejak 17 Januari lalu.
CUACA CERAH: Para pendaki mengabadikan momen di di kawasan sabana Gunung Buthak yang kini ditutup sementara sejak 17 Januari lalu.

BATU - Cuaca ekstrem yang melanda Kota Batu memaksa otoritas pengelola kawasan hutan dan pendakian mengambil langkah tegas. Demi keselamatan pendaki dan petugas, seluruh jalur pendakian Gunung Buthak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong resmi ditutup sementara sejak 17 Januari.

Penutupan dilakukan setelah evaluasi lintas pihak menyimpulkan meningkatnya risiko kecelakaan akibat hujan lebat, angin kencang, medan licin, hingga potensi pohon tumbang di jalur pendakian. Hingga dini hari kemarin (19/1), petugas memastikan proses evakuasi pendaki serta sterilisasi kawasan telah tuntas.

“Sudah dipastikan tidak ada pendaki yang tertinggal, terutama di Gunung Buthak yang biasanya menjadi lokasi pendakian bermalam,” ujar Ahmad Syaifudin, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Ia menegaskan, kondisi cuaca saat ini belum memungkinkan aktivitas pendakian kembali dibuka.

Ancaman badai, angin kencang, serta pohon tumbang masih ditemukan di sejumlah titik. Khususnya pada jalur pos dua hingga pos tiga. Termasuk kawasan sabana yang terbuka.

“Risikonya terlalu besar jika tetap dibuka. Cuaca tidak stabil dan pohon-pohon tua masih rawan tumbang,” imbuh pria yang akrab disapa Udin itu.

Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah batang dan ranting besar yang melintang di jalur pendakian. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mencelakai pendaki jika dipaksakan melintas. Terutama dalam jarak pandang terbatas akibat kabut dan hujan. Hingga kini, belum ada kepastian waktu pembukaan kembali jalur pendakian.

Pihak pengelola memastikan pemantauan cuaca dan kondisi lapangan akan terus dilakukan secara berkala sebagai dasar pengambilan keputusan. Meski jalur ditutup, petugas tetap disiagakan di basecamp pendakian. Langkah ini untuk mencegah pendaki yang nekat memasuki jalur secara ilegal.

“Kami tetap berjaga. Papan informasi penutupan juga sedang dipersiapkan dan akan segera dipasang,” jelasnya. Udin mengimbau masyarakat dan pendaki untuk mematuhi kebijakan penutupan tersebut.

Menurutnya, keputusan ini merupakan langkah mitigasi risiko yang diambil demi mencegah jatuhnya korban di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung. “Keselamatan menjadi prioritas utama. Penutupan ini bukan larangan tanpa alasan, tetapi hasil pertimbangan matang,” pungkasnya. (dia/dre)

Editor : Aditya Novrian
#cuaca ekstrem #pendaki gunung #LMDH #kota batu