BATU - Penerapan mekanisme BLUe Full Cycle (BFC) mulai 2 Januari 2026 diproyeksikan berdampak langsung pada penurunan jumlah kendaraan yang menjalani uji KIR. Sistem baru yang ditetapkan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan itu akan menggantikan pola pengujian lama yang digunakan pemerintah daerah.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Uji KIR Kota Batu Zamzam Rahmawan Luhfani menilai potensi penurunan tersebut dipicu perubahan alur verifikasi. Dalam skema lama, kendaraan diuji terlebih dahulu di daerah, kemudian diverifikasi pemerintah pusat. Namun melalui BFC, tahapan itu dibalik.
“Sekarang kendaraan harus lolos verifikasi pusat terlebih dahulu sebelum masuk uji KIR di daerah,” ujar Zamzam. Konsekuensinya, kendaraan yang sejak awal tidak memenuhi standar baik dari sisi administrasi maupun kondisi fisik akan langsung gugur dan tidak dapat melanjutkan ke tahapan pengujian teknis.
Menurut Zamzam, sistem ini memiliki sisi positif karena memperketat pengawasan dan berpotensi menekan praktik over dimension over loading (ODOL). Namun di sisi lain, dampaknya terhadap realisasi uji KIR di daerah tak terelakkan. “Jumlah kendaraan yang bisa masuk uji pasti berkurang,” katanya.
Sebagai bagian dari implementasi kebijakan nasional, pemerintah daerah diwajibkan melakukan pembaruan aplikasi lokal agar terhubung dengan API BLUe Core, termasuk integrasi pengecekan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) kendaraan. Di Kota Batu, persiapan teknis telah dilakukan sejak awal 2025.
Penerapan BFC mengacu pada Surat Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor AJ.502/45/17/DJPD/2024 tertanggal 21 Mei 2024 tentang Percepatan Integrasi dan Pembatasan Masa Berlaku BLUe Non RFID. Regulasi ini sekaligus menjadi pedoman nasional pelaksanaan BFC secara terintegrasi.
Saat ini, UPT Balai Uji KIR Kota Batu masih menunggu persetujuan untuk memulai uji coba sistem. Di wilayah Malang Raya, Kota Malang dan Kabupaten Malang telah lebih dahulu melaksanakan tahap tersebut. Uji coba dinilai krusial untuk memetakan kendala teknis sebelum implementasi penuh. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho