BATU - Rencana penambahan koleksi buku di Perpustakaan Umum Daerah Kota Batu dipastikan tak terdampak efisiensi anggaran.
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tahun ini menganggarkan dana sebesar Rp 70 juta untuk pengadaan buku baru.
Besaran anggarannya sama seperti tahun lalu.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Disperpusipda) Kota Batu Ernawati Wahyuningsih mengatakan anggaran itu akan digunakan untuk pengadaan buku cetak.
Dia tidak bisa memperkirakan secara pasti berapa banyak buku yang bisa dibeli.
Itu akan bergantung mahal dan murahnya harga buku.
“Yang jelas kami tetap maksimalkan anggaran yang ada,” ungkapnya.
Erna menyampaikan pengadaan buku baru didasarkan pada hasil survei kebutuhan pengunjung.
Survei dilakukan selama satu tahun sebelum tahun pengadaan.
Responden akan mengisi kuesioner yang berisi berbagai pilihan kebutuhan bacaan.
“Kami juga datangi sekolah untuk melakukan survei itu,” imbuhnya.
Hasilnya, akan dikalkulasi.
Buku yang paling banyak diminati akan masuk daftar pengadaan.
Berkaca dari tahun sebelumnya, Erna menyebut buku bacaan fiksi paling banyak dipesan pengunjung.
Maklum, mayoritas pengunjung perpustakaan merupakan pelajar dan umum.
Sehingga, mereka cenderung memilih bacaan yang rekreatif.
Dia menilai anggaran pengadaan buku baru tidak boleh terpangkas.
Sekalipun dengan alasan efisiensi anggaran.
Sebab, itu berkaitan dengan hak masyarakat untuk memeroleh layanan bacaan.
“Anggaran yang berkaitan langsung dengan masyarakat tidak akan dipangkas,” tegasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho