Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Modus Baru Pencurian Kendaraan Bermotor, Pelaku Manfaatkan Test Drive

A
Penulis: Aditya Novrian❯
DALAM PENCARIAN: Foto wajah pelaku yang membawa kabur motor dengan modus test drive di Kabupaten Mojokerto pada 5 Februari lalu.
DALAM PENCARIAN: Foto wajah pelaku yang membawa kabur motor dengan modus test drive di Kabupaten Mojokerto pada 5 Februari lalu.

 BATU - Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan modus berpura-pura sebagai calon pembeli dan meminta uji coba kendaraan kian marak di Kota Batu. Pelaku bahkan menggunakan pengemudi ojek sebagai jaminan untuk meyakinkan korban sebelum membawa kabur sepeda motor yang hendak dijual.


Advertisement

Polanya relatif sama. Pelaku menghubungi korban melalui media sosial. Lalu, menyepakati transaksi cash on delivery (COD). Kemudian, meminta izin melakukan test drive. Agar terlihat meyakinkan, pelaku datang bersama pengemudi ojek online atau jasa antar yang ditinggal di lokasi sebagai penjamin. Setelah motor dibawa, pelaku menghilang tanpa jejak.

Salah satu korban, Lisna Ayu, warga Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, menuturkan kejadian yang dialami keluarganya pada 1 Februari lalu kepada wartawan koran ini kemarin (8/2). Saat itu, suaminya mengunggah sepeda motor Honda Vario merah bernomor polisi N 4107 EEG untuk dijual melalui Facebook.

Tak lama kemudian, seorang pria menghubungi melalui WhatsApp dan mengajak bertemu untuk transaksi COD. Pertemuan disepakati di Dusun Kajang, Desa Mojorejo, Kota Batu. Pelaku datang bersama seorang pengemudi ojek online. Namun, hanya pelaku yang berinteraksi langsung dengan penjual.

Advertisement

Setelah melihat kondisi motor, pelaku meminta izin mencoba kendaraan dengan alasan mengecek performa mesin. Ia meninggalkan pengemudi ojek yang disebut sebagai temannya di lokasi. “Driver ojek sempat heran dan bertanya kenapa tes kendaraan tidak ditemani. Suami saya santai saja karena mengira ojol itu temannya,” ujar Lisna.

Beberapa menit setelah motor dibawa, pengemudi ojek tersebut mengaku tidak mengenal pelaku. Ia hanya diminta mengantar ke lokasi tanpa mengetahui adanya kesepakatan jaminan. Menyadari tertipu, korban dan pengemudi ojek sempat berupaya mengejar. Sayangnya, pelaku sudah menghilang.

Kasus tersebut langsung dilaporkan ke Polres Batu pada malam yang sama. Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung. “Sayangnya tidak sempat mengambil foto pelaku, tapi wajahnya masih kami ingat,” imbuh Lisna.

Advertisement

Peristiwa serupa juga dialami Sebastian Arie Veda, pengemudi jasa serba bisa di Kota Batu. Ia mengaku pada 5 Februari lalu diminta mengantar seseorang untuk transaksi COD sepeda motor di wilayah Mojokerto sekitar pukul 20.00. Modusnya identik yakni ia ditinggal di lokasi sementara pelaku membawa motor dengan dalih test drive.

“Saya diminta menjemput di kosannya di daerah Pasar Bunulrejo, Kota Malang,” ujarnya.

Berbeda dengan kasus sebelumnya, Veda sempat mengabadikan foto pelaku sebagai langkah antisipasi. Laporan pun telah diajukan ke Polsek Puri, Mojokerto.

Dari keterangan kedua korban, pelaku diduga orang yang sama. Ciri fisik dan pola aksi menunjukkan kemiripan. Kendati pelaku menggunakan nomor ponsel berbeda saat menghubungi calon korban. Polisi kini menelusuri kemungkinan pelaku beraksi lintas wilayah dengan modus serupa. (dia/dre)

 

Disunting kembali oleh Intan Nurlita Dewi

Advertisement
Editor : Aditya Novrian

Artikel Terkait

  Kakek Penjual Es Krim di Kota Batu Ditipu, Ada Tiga Korban Baru

Kakek Penjual Es Krim di Kota Batu Ditipu, Ada Tiga Korban Baru

Polres Batu tangkap pelaku penipuan motor kakek penjual es krim, terungkap ada 3 korban baru dengan modus serupa.

Motor Raib setelah Kencan Buta di Junrejo Kota Batu

Motor Raib setelah Kencan Buta di Junrejo Kota Batu

Pemuda asal Blitar ditipu kenalan Telegram hingga motor Scoopy raib di Junrejo. Polres Batu buru sindikat yang gunakan akun fiktif tersebut.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer