Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Stroberi Layu, Petani Dihantui Gagal Panen

I
Penulis: Indah Mei Yunita❯
GAGAL PANEN: Petani stroberi mengemas hasil panen yang sudah dibeli tengkulak untuk distribusikan ke luar kota pada Kamis lalu (6/8). (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)
GAGAL PANEN: Petani stroberi mengemas hasil panen yang sudah dibeli tengkulak untuk distribusikan ke luar kota pada Kamis lalu (6/8). (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)

Advertisement

BUMIAJI, RADAR BATU - Produksi stroberi Kota Batu naik dari 179,95 ton pada 2024 menjadi 182,11 ton pada 2025. Namun, sejak awal 2026 petani justru dihantui ancaman gagal panen. Tanaman mendadak layu menjelang berbuah. Hal itu membuat sebagian petani memilih meninggalkan komoditas tersebut. Sebagian petani bahkan telah beralih menanam sayuran.

Kondisi tersebut dirasakan Tiani, petani stroberi asal Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. Dari 200 polybag yang dikelolanya, panen Agustus ini hanya mencapai sekitar 15 kilogram. “Hasil panen memang selalu fluktuatif. Sebenarnya masih stabil, tapi dibandingkan tahun lalu memang berkurang,” ujarnya Kamis lalu (6/8).

Hasil panen selama ini dipasarkan melalui tengkulak. Mereka memasok ke Surabaya dan sejumlah daerah lain.

Akibat pasokan lokal berkurang, tengkulak kini juga mendatangkan stroberi dari Bandung. Yang lebih mengkhawatirkan, banyak petani mengalami gagal panen tanpa mengetahui penyebab pastinya.

“Kebanyakan setelah dirawat, tanamannya tiba-tiba layu saat mau berbuah. Mungkin karena tanah, cuaca, pupuk, atau factor lain, kami juga belum tahu,” katanya. Kondisi itu membuat jumlah petani stroberi di kawasan Lumbung Stroberi Pandanrejo terus menyusut. Dari sekitar 40 petani tahun lalu, kini hanya tersisa sekitar 30 orang yang masih bertahan.

Selain ancaman gagal panen, kenaikan harga pupuk turut menambah beban biaya produksi. Harga pupuk NPK yang digunakan untuk budidaya stroberi naik dari Rp 15 ribu menjadi Rp 18 ribu per kilogram. “Saya berharap petani stroberi juga bisa mendapat pupuk subsidi,” ujarnya.

Ia menambahkan, budidaya stroberi membutuhkan perawatan intensif. Setelah panen, tanaman harus dipupuk setiap dua pekan. Selain itu, juga perlu disemprot untuk mencegah serangan penyakit. Jika salah satu tahapan perawatan terlewat, tanaman berisiko terserang penyakit dan gagal berproduksi. (yun/dre)

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Campa Batu Glamping, Sensasi Menginap di Tengah Kebun Stroberi Kota Batu

Campa Batu Glamping, Sensasi Menginap di Tengah Kebun Stroberi Kota Batu

Kota Batu memang tidak pernah kehabisan tempat staycation unik yang cocok untuk healing maupun liburan singkat bersama teman dan keluarga

Menikmati Stroberi Segar di Zea Strawberry Cangar, Bisa Cicip sebelum Membeli

Menikmati Stroberi Segar di Zea Strawberry Cangar, Bisa Cicip sebelum Membeli

Zea Strawberry yang menawarkan konsep memilih dan mencicipi buah secara langsung sebelum dibeli.

Date Idea Anti Mainstream! Petik Stroberi Langsung dari Kebunnya

Date Idea Anti Mainstream! Petik Stroberi Langsung dari Kebunnya

Kalau bosan dengan konsep ngedate yang tidak begitu-begitu saja, mencoba wisata petik stroberi bisa jadi pilihan yang lebih seru

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer