
BATU, RADAR BATU - Realisasi fisik program bedah rumah di Kota Batu baru mencapai 28,25 persen hingga pertengahan Oktober tahun ini. Dari total 354 unit rumah tidak layak huni (rutilahu) yang mendapat alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), baru 100 unit yang terbangun. Pemerintah pusat pun meminta percepatan pengerjaan agar target tuntas sebelum akhir tahun.
Staf Khusus Menteri Bidang Internal dan Penjadwalan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia (RI) Novelin Silalahi menyebut, Kota Batu mendapat alokasi anggaran Rp 7,08 miliar untuk program tersebut tahun ini. “Namun, realisasi fisiknya baru sekitar Rp 2 miliar,” ujarnya.
Capaian itu menjadi perhatian di tengah upaya pemerintah mempercepat penyediaan hunian layak. Apalagi, alokasi program bedah rumah untuk Jawa Timur mencapai Rp 719 miliar bagi 36.444 unit. Jumlahnya menjadi yang terbesar kedua secara nasional. Hingga 9 Oktober, realisasi tingkat provinsi tercatat mencapai Rp 288 miliar atau 14.415 unit.
Kementerian PKP menyebut pengerjaan fisik pada tahap yang telah disalurkan sudah mencapai 100 persen. Novelin menegaskan, percepatan pembangunan rumah layak huni menjadi instruksi dan perhatian langsung Presiden RI Prabowo Subianto. Pemkot Batu diminta mengoptimalkan sisa waktu tahun anggaran untuk menuntaskan target bantuan.
Baca Juga: Cinepolis Umumkan Line-up Baru untuk Film yang Tayang di Sala de Arte, Ada Monster (2023)
Percepatan itu juga menjadi perhatian menjelang rencana kunjungan kerja Presiden ke Jawa Timur pada 17 Desember mendatang. Dalam agenda itu, Presiden dijadwalkan meninjau lokasi dan menghadiri akad massal rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah pusat berharap dinas terkait, pemerintah daerah, dan pengembang memperkuat koordinasi. Dengan begitu sisa target bedah rumah dapat selesai tepat waktu.



