Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perbaikan Bangunan Terdampak Banjir Dikebut Pekan Ini

R
Hujan deras dan sumbatan sampah picu banjir serta kerusakan infrastruktur di Kota Batu.
Hujan deras dan sumbatan sampah picu banjir serta kerusakan infrastruktur di Kota Batu.

Advertisement

BATU - Perbaikan infrastruktur dan bangunan warga yang rusak akibat banjir serta longsor ditargetkan dikebut pekan ini. Pemkot Batu juga menyiapkan langkah pencegahan. Itu dilakukan melalui gerakan kerja bakti massal. Selain itu, pembenahan saluran air dan bangunan pengendali sedimen juga akan dilakukan.

Bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu terakhir menjadi perhatian. Sebab, dampaknya meluas ke kawasan dengan mobilitas tinggi. Jika sebelumnya Kecamatan Bumiaji kerap menjadi fokus mitigasi, kali ini luapan air justru menerjang sejumlah titik di Kecamatan Junrejo dan Kecamatan Batu.

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, upaya mitigasi sebenarnya telah dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan susur sungai. Di sisi lain, kerja bakti pembersihan lingkungan sebelum musim hujan juga telah rutin dilakukan. Namun, tingginya curah hujan dalam waktu singkat membuat debit air meningkat drastis.

Advertisement

Sejumlah saluran drainase di kawasan permukiman dan jalur padat aktivitas tidak mampu menampung aliran air. “Kondisi curah hujan tinggi yang kemudian drainase kampung itu tidak menampung, akhirnya meluber dan kondisinya besar,” ujarnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, Nurochman menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) menerbitkan surat edaran (SE) kepada seluruh kepala desa. Edaran itu berisi imbauan agar gerakan bersih-bersih lingkungan dan kerja bakti bersama warga lebih intensif dilakukan selama musim hujan. “Kepala desa kami minta bersama warga untuk antisipasi di musim hujan ini, untuk semuanya bersih-bersih kerja bakti di masing-masing desanya,” tegasnya.

Advertisement

Dari sisi infrastruktur, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu Esty Dwiastuti menyebut penumpukan sedimen turut memperparah luapan air. Material tanah dan lumpur yang menumpuk di bagian hilir diduga membuat aliran air semakin deras. Alhasil, plengsengan ikut tergerus.

“Kami akan cek dan di atas. Mungkin di sana yang membuat banyak sedimen di bawah,” ungkapnya. Esty menjelaskan, aliran dari hulu bisa jadi membawa tanah dan lumpur menuju sungai. Hal itu terjadi lantaran material tidak terangkut secara optimal.

Salah satu hal yang akan diperiksa ialah kondisi pintu air pada sejumlah check dam. Pengecekan dan perbaikan pintu air menjadi prioritas jangka pendek agar material sedimen dan sampah tidak langsung terbawa ke kawasan permukiman.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Suwoko mengatakan, pihaknya memperkuat mitigasi struktural dan nonstruktural di sejumlah wilayah. Salah satunya melalui survei kawasan hulu Gunung Pucung, tepatnya Pusung Lading, Desa Bulukerto.

Survei tersebut dilakukan untuk mempersiapkan kegiatan reboisasi melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Upaya pemulihan kawasan hulu diharapkan dapat mendukung pengurangan risiko bencana dalam jangka panjang.

Advertisement

Artikel Terkait

Museum Srimulat di Mega Science Center Jatim Park 1, Kenalkan Sejarah Lawak Legendaris

Museum Srimulat di Mega Science Center Jatim Park 1, Kenalkan Sejarah Lawak Legendaris

Museum Srimulat di Mega Science Center Jatim Park 1 yang mengenalkan sejarah lawak legendaris di Indonesia

Mediasi Kedua Fasum di Sisir Kota Batu Kembali Buntu

Mediasi Kedua Fasum di Sisir Kota Batu Kembali Buntu

Mediasi sengketa dugaan pendudukan fasum di Sisir Kota Batu kembali berakhir buntu.

4 Kuliner Khas Batu untuk Oleh-Oleh, Ada Keripik Apel hingga Sari Apel

4 Kuliner Khas Batu untuk Oleh-Oleh, Ada Keripik Apel hingga Sari Apel

Keripik apel, sari apel, jenang hingga dodol menjadi pilihan kuliner khas Batu yang bisa dibawa pulang sebagai buah tangan.oleh-oleh Batu, k

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer