Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Parkir Nontunai Batu Harus Tutup Celah Kebocoran

R
DALAM KAJIAN: Salah seorang wisatawan mengakses gate parkir di Alun-Alun Kota Batu beberapa hari lalu. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
DALAM KAJIAN: Salah seorang wisatawan mengakses gate parkir di Alun-Alun Kota Batu beberapa hari lalu. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Rencana penerapan parkir nontunai di Kota Batu dinilai tidak cukup hanya mengganti uang tunai dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Sistem harus mampu mencatat seluruh transaksi dari kendaraan masuk hingga retribusi masuk ke rekening pemerintah daerah.

Dorongan itu datang dari DPRD Kota Batu dan akademisi. Keduanya melihat digitalisasi sebagai kesempatan membenahi rantai pemungutan retribusi yang selama ini masih menyisakan celah pengawasan.

Akademisi Universitas Islam Malang (Unisma) Retno Wulan Sekarsari mengatakan transaksi parkir harus terhubung langsung dengan sistem pemerintah. Setiap pembayaran harus tercatat secara otomatis.

“Ketika orang mau keluar, dia harus scan QRIS dulu baru palang pintunya terbuka. Dan QRIS-nya disambungkan langsung ke rekening daerah,” paparnya.

Menurut Retno, sistem terintegrasi membuat pemerintah lebih mudah melakukan pengawasan dan audit. Data transaksi juga dapat digunakan untuk membandingkan potensi parkir dengan penerimaan sebenarnya.

Advertisement

Persoalan tersebut penting karena DPRD Kota Batu menemukan adanya ketidaksesuaian antara kondisi lapangan dan penerimaan parkir. Anggota DPRD Kota Batu Didik Machmud menilai potensi parkir di sejumlah kawasan bisnis cukup besar.

Namun, penerimaan yang dilaporkan dinilai belum mencerminkan aktivitas kendaraan di lapangan. “Masa di dekat hotel atau kafe, satu bulan itu enggak sampai Rp400 ribu,” ungkap Didik.

Karena itu, DPRD meminta Pemkot Batu memperbarui kajian potensi parkir secara berkala. Data harus menyesuaikan perkembangan kawasan usaha dan wisata. “Kalau bisa kajiannya itu dibenahi tiap tahun,” katanya.

Advertisement

Artikel Terkait

Parkir Batu Disorot, PAD Tak Sebanding Potensi

Parkir Batu Disorot, PAD Tak Sebanding Potensi

DPRD Kota Batu mendorong parkir nontunai dan pembaruan data potensi parkir agar kebocoran PAD dapat ditekan.

Parkir QRIS di Kota Batu Butuh Masa Transisi

Parkir QRIS di Kota Batu Butuh Masa Transisi

Parkir QRIS di Kota Batu disiapkan bertahap mulai 2027 dengan sosialisasi dan masa transisi bagi juru parkir serta masyarakat.

Retribusi Parkir Alun-Alun Batu Naik Tiga Kali Lipat

Retribusi Parkir Alun-Alun Batu Naik Tiga Kali Lipat

Pemkot Batu menargetkan pembayaran parkir nontunai mulai 2027 untuk menekan kebocoran retribusi dan meningkatkan transparansi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer