
BATU, RADAR BATU – Pemkot Batu menyiapkan Rp1,1 miliar untuk pelatihan kerja pada 2026. Anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tersebut diarahkan meningkatkan kompetensi pencari kerja sekaligus membantu menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT).
Program pelatihan menjadi salah satu strategi Disnaker Kota Batu untuk mengejar target TPT 3,03 persen tahun ini. Pada 2025, TPT Kota Batu masih berada di angka 3,53 persen.
Kepala Disnaker Kota Batu M. Forkan mengatakan materi pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan pasar kerja. Pemerintah tidak hanya memberikan keterampilan umum, tetapi mulai mengarah pada kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha.
Baca Juga: 5 Item Wajib biar Outfit Liburan ke Batu Tetap Santai tapi Anti Menggigil - Radar Batu
Beberapa pelatihan yang disiapkan meliputi digital marketing berbasis AI, K3, commercial make up, dan barista.
Peserta diwajibkan ber-KTP Kota Batu dan tidak sedang bekerja. Mereka juga harus terdaftar sebagai pencari kerja serta memiliki kartu kuning atau AK-1.
Setelah mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan pengakuan kompetensi. Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi modal ketika melamar pekerjaan.
Menurut Forkan, kebutuhan tenaga kerja di Kota Batu banyak berkaitan dengan sektor pariwisata. Hotel, restoran, jasa, hingga industri kreatif membutuhkan tenaga dengan keterampilan spesifik.
Karena itu, Disnaker juga memetakan kebutuhan kompetensi lain. Di antaranya pastry, tata boga, pelayanan hotel, dan keterampilan pendukung sektor pariwisata.

