Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wamen Stella Dorong Santri Kuasai AI

F
BERI MOTIVASI: Wamen Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Stella Christie memberikan pemaparan mageri kepada santri pada 7 Februari lalu.
BERI MOTIVASI: Wamen Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Stella Christie memberikan pemaparan mageri kepada santri pada 7 Februari lalu.

MALANG KOTA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengajak santri dan mahasiswa meningkatkan literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai bekal menghadapi perubahan zaman. Pesan itu disampaikan dalam Festival Ilmiah Santri (FIS) 2026 yang digelar Pesma Al-Hikam Malang, 7 Februari lalu.


Advertisement

Dalam sesi “Al-Hikam Talk” di halaman STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang, Stella menegaskan, perkembangan AI harus direspons dengan kemampuan bernalar dan adaptasi yang kuat.

Menurut dia, perubahan teknologi berlangsung cepat dan hanya dapat dihadapi melalui kapasitas berpikir ilmiah yang terus diasah. “Kegiatan seperti ini penting untuk menjaga tradisi berpikir ilmiah. Masa selalu berubah, dan yang mampu bertahan adalah mereka yang bisa bernalar dan beradaptasi,” ujarnya.

Festival tersebut menghadirkan berbagai tokoh nasional dari lintas bidang. Anggota DPR RI Hassanudin Wahid menekankan tradisi riset dan kepenulisan sejatinya telah lama menjadi bagian dari kehidupan pesantren. “Kultur literasi tersebut perlu terus diperkuat agar santri mampu bersaing di ruang publik modern,” ucapnya.

Advertisement

Selain itu, kegiatan juga dihadiri penulis nasional Ahmad Rifa'i Rif'an serta vokalis Sabrang Mowo Damar Panuluh dari grup musik Letto, yang turut berbagi perspektif tentang nalar ilmiah dan kepekaan budaya dalam membangun daya saing generasi muda.

Pengasuh Pesma Al-Hikam, K.H. Moh. Nafi’, mengingatkan pentingnya kemampuan literasi informasi di tengah derasnya arus teknologi digital. Ia menilai generasi muda perlu dibekali kemampuan memilah informasi yang valid (voice) dan kebisingan informasi (noise) agar tidak terjebak disinformasi.

Festival Ilmiah Santri 2026 diharapkan menjadi ruang pertemuan antara tradisi intelektual pesantren dan perkembangan teknologi modern. Melalui forum tersebut, santri didorong tidak hanya religius, tetapi juga adaptif, kritis, dan siap menghadapi era digital berbasis AI. (M Noaf Afgani/ori/dre)

Advertisement
Editor : Fajar Andre Setiawan

Artikel Terkait

Polda Metro Minta Maaf soal Polemik Deklarasi Sumpah Pemuda, Dugaan Mahasiswa Gadungan DiselidikI

Polda Metro Minta Maaf soal Polemik Deklarasi Sumpah Pemuda, Dugaan Mahasiswa Gadungan DiselidikI

Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat menyusul polemik kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026.

Saksi Kematian Mahasiswa S3 UB di Kota Batu Bertambah Menjadi 49 Orang

Saksi Kematian Mahasiswa S3 UB di Kota Batu Bertambah Menjadi 49 Orang

Polres Batu telah memeriksa 49 saksi dalam penyelidikan kematian mahasiswa S3 di Sungai Clumprit. Penyidikan masih berlangsung.

300 Pendaftar Beasiswa Seribu Sarjana di Kota Batu Dipastikan Tersingkir

300 Pendaftar Beasiswa Seribu Sarjana di Kota Batu Dipastikan Tersingkir

Sebanyak 700 mahasiswa mendaftar Beasiswa Seribu Sarjana Kota Batu 2026. Hanya 400 penerima, sehingga 300 peserta gugur.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer