Pendakian Gunung Butak dari Kota Batu Ditarget Dibuka Desember

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 19:00 WIB
DITUTUP LAGI: Jalur pendakian Gunung Butak ditargetkan kembali dibuka pada Desember mendatang. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)
DITUTUP LAGI: Jalur pendakian Gunung Butak ditargetkan kembali dibuka pada Desember mendatang. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Jalur pendakian Gunung Butak ditargetkan kembali dibuka pada Desember mendatang. Selama ini pendakian tersebut ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pengelola kini memprioritaskan mitigasi keselamatan, pembersihan pohon rawan tumbang, dan pemulihan vegetasi di kawasan terdampak kebakaran.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Pesanggrahan Ahmad Syaifudin mengatakan, tim pengelola hampir setiap hari mengecek kondisi jalur. Tujuannya untuk mengidentifikasi pohon-pohon yang berpotensi tumbang akibat kebakaran.

Baca Juga: Kelangkaan BBM di Kota Batu Bikin Biaya Proyek Membengkak

“Ini nanti tinggal pemasangan police line. Karena jalurnya terbuka, kalau tidak dipasang, bisa membahayakan para pendaki dan lingkungan gunungnya,” ujarnya. Pemasangan garis pembatas diperkirakan dilakukan pekan ini. Langkah itu untuk mengamankan titik-titik yang masih berisiko dilalui pendaki.

Pengelola juga menunggu pemulihan vegetasi sebelum memutuskan pembukaan jalur untuk umum. Pembenahan jalur menjadi bagian dari persiapan tersebut. Lebar jalur rencananya dibuat sekitar 1,5 meter. Hal itu bertujuan agar dapat mendukung mitigasi kebakaran. Termasuk menyediakan ruang untuk pembuatan sekat api jika kebakaran kembali terjadi.

Baca Juga: Titik Panas Karhutla Nasional Turun Jadi 270, tapi Kalteng Justru Melonjak ke 92 Titik

Jalur yang sebelumnya banyak dilalui pesepeda juga akan diperbaiki. Sementara itu, kawasan terdampak kebakaran direncanakan direboisasi ketika kondisi cuaca memungkinkan. Terutama saat musim penghujan. Pengelola turut mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pemulihan lingkungan melalui dukungan bibit tanaman.

Reboisasi diharapkan membantu memulihkan kawasan yang terbakar sekaligus menjaga kelestarian lingkungan gunung. Ahmad Syaifudin, yang akrab disapa Udin, mengatakan pembukaan jalur ditargetkan bertepatan dengan agenda trail run pada 12-13 Desember. Momentum akhir tahun juga menjadi pertimbangan.

Baca Juga: Asap Karhutla Sempat Masuk Atmosfer Jakarta, BMKG: Kini Menjauh tapi Warga Tetap Waspada

“Karena kan biasanya terjadi peningkatan aktivitas pendakian. Saat akhir tahun juga biasanya sedang ramai-ramainya pendakian,” kata Udin. Meski demikian, target itu tetap bergantung pada hasil evaluasi kondisi lapangan. Pengelola perlu memastikan jalur aman dilalui dan kawasan terdampak kebakaran memenuhi persyaratan keselamatan. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
Pendakian Gunung LMDH kota batu gunung butak pesanggarahan