Base Camp Panderman Kota Batu Bidik Pendaki Mancanegara

Fajar Andre Setiawan • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:00 WIB
TERUS BERBENAH: Suasana Pos Pendakian Gunung Panderman, Buthak, dan Bokong Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu. (MUHAMMAD WAHIB ALI/RADAR BATU)
TERUS BERBENAH: Suasana Pos Pendakian Gunung Panderman, Buthak, dan Bokong Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu. (MUHAMMAD WAHIB ALI/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Jalur pendakian Gunung Panderman mulai menarik wisatawan mancanegara. Kunjungan pendaki asing disebut berlangsung hampir setiap pekan saat jalur dibuka. Potensi ini dinilai sejalan dengan dorongan agar pariwisata Kota Batu semakin mengandalkan kekuatan alam dan menjangkau pasar internasional.

Ketua Presidium Kelompok Kerja (Pokja) Peningkatan Status Kota Administratif (Kotif) Batu Andrek Prana menegaskan, potensi alam harus tetap menjadi identitas utama pariwisata. Menurut dia, pengembangan wisata perlu diarahkan untuk meningkatkan kualitas destinasi tanpa bergantung pada pembangunan gedung bertingkat.

Baca Juga: Gubug Asape Batu, Tempat Makan Asapan dan Bakaran dengan Suasana Gubuk Tradisional

“Pariwisata Batu ini harus naik kelas, pangsa pasarnya harus dicarikan lagi untuk mendatangkan turis dari luar negeri, misal dari Malaysia atau lainnya,” ujarnya. Andrek menilai, kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci untuk memperluas pasar wisatawan asing.

Kemampuan berbahasa asing dan literasi masyarakat di kawasan destinasi perlu diperkuat. Tujuannya agar mampu menunjang pelayanan bagi pengunjung mancanegara. Kesiapan itu mulai terlihat di Pos Pendakian Gunung Buthak, Panderman, dan Bokong, Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu.

Baca Juga: Fasilitas Cadillac F1 Diklaim Melebihi Mercedez, Begini Ujar Valtterri Botaz

Kepala base camp Ahmad Saifudin menyebut, pendaki asing rutin berkunjung ketika jalur pendakian dibuka. “Wisatawan asing datang saat pendakian buka, hampir setiap minggu selalu ada. Sebagian dari kami juga bisa berbahasa Inggris,” ungkapnya.

Selain kemampuan komunikasi, pengelola juga menyiapkan aspek keselamatan pendakian. Di tengah penutupan jalur saat ini, mereka mematangkan kelengkapan pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR). Mulai dari tandu, perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), hingga rambu-rambu di sepanjang jalur.

Dukungan Pemkot Batu turut memperkuat kesiapan operasional. Pengelola telah menerima bantuan enam unit sepeda motor trail untuk patroli dan evakuasi. “Baru-baru ini kami dapat bantuan pemasangan gorong-gorong di akses jalan menuju base camp,” pungkas Saifudin.

Editor : Fajar Andre Setiawan
pendakian wisata batu gunung panderman