BATU, RADAR BATU – Kota Batu tak hanya mengandalkan buah segar sebagai hasil pertanian. Sejumlah pelaku usaha mulai mengolah komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah yang mampu menjangkau pasar luar negeri. Terbaru, PT Arjuna Triple Nine mengirim 6 ton keripik buah dan sayur ke Singapura pada Senin, 12 Oktober 2026. Di sisi lain, Petani Lemon Jaya di Desa Sidomulyo telah mengembangkan cuka buah sejak 2022 dan produknya pernah dibeli konsumen dari Malaysia.
Dua usaha tersebut menunjukkan bagaimana buah dan hasil pertanian Kota Batu dapat dikembangkan menjadi produk olahan dengan jangkauan pasar yang lebih luas. Tak hanya apel, bahan baku seperti lemon, nanas hingga stroberi juga diolah agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Baca Juga: 7 Produk Olahan Susu di Kota Batu yang Bisa Jadi Oleh-Oleh, Ada Butter hingga Keju Mozzarella
Keripik Buah dan Sayur Arjuna Triple Nine ke Singapura
Kabar terbaru datang dari PT Arjuna Triple Nine. Pada Senin, 12 Oktober 2026, UMKM asal Kota Batu tersebut kembali melakukan ekspor keripik buah dan sayur ke Singapura.
Sebanyak 6.000 kilogram atau 6 ton produk dikirim menggunakan satu kontainer berukuran 20 feet. Nilai pengiriman tersebut mencapai sekitar Rp370 juta. Pelepasan ekspor dilakukan di Kecamatan Junrejo dan dihadiri Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto.
Produk yang dikirim ke Singapura terdiri atas sejumlah varian keripik, di antaranya apel, cabai, bawang bombai, ubi, belimbing, kacang panjang, nangka, pisang, dan mangga. Produk tersebut dipasarkan dengan merek Famchips.
Pengiriman pada 12 Oktober 2026 bukan menjadi langkah pertama Arjuna Triple Nine ke pasar internasional. Sumber terbaru menyebut ekspor ke Singapura tersebut merupakan ekspor kedua perusahaan setelah sebelumnya produknya dikirim ke Kanada. Pemilik usaha juga menyebut kerja sama pasokan dengan mitra Singapura telah berjalan selama sekitar dua tahun.
Usaha yang dirintis Hari Mastutik sejak 2011 tersebut awalnya memproduksi rempeyek sebelum berkembang ke produk keripik berbahan buah dan sayuran. Dalam prosesnya, Arjuna Triple Nine menggunakan teknologi vacuum frying untuk mengolah bahan pertanian menjadi makanan ringan.
Cuka Buah Petani Lemon Jaya ke Malaysia
Produk olahan lainnya berasal dari Petani Lemon Jaya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu. Usaha yang dirintis Nizar Hilmi pada 2022 ini berawal dari kondisi ketika pasokan lemon melimpah, tetapi buah sulit dipasarkan dan harga jualnya menurun.
Nizar kemudian mencoba mengolah lemon menjadi cuka dan memasarkannya secara daring. Seiring berkembangnya usaha, bahan bakunya tidak hanya lemon. Petani Lemon Jaya juga mengolah apel, nanas, kurma hingga stroberi yang diperoleh dari petani di sekitar Kota Batu.
Dalam satu siklus produksi, sekitar dua ton buah segar dapat diolah menjadi kurang lebih 1.000 liter atau sekitar satu ton cuka olahan. Pemasaran yang dilakukan secara online membuat produk tersebut menjangkau konsumen di luar daerah.
Untuk pasar luar negeri, Nizar menyebut produknya pernah mendapatkan pembeli dari Malaysia. Namun, sumber yang tersedia belum menjelaskan kapan pembelian tersebut terjadi maupun berapa jumlah produk yang dikirim. Karena itu, produk Petani Lemon Jaya lebih tepat disebut pernah menjangkau pembeli Malaysia, bukan langsung disebut melakukan ekspor dalam jumlah tertentu.
Baca Juga: Keripik Buah Senilai Rp 370 Juta Asli Kota Batu Diekspor ke Singapura
Dari keripik buah yang dikirim hingga hitungan ton ke Singapura sampai cuka buah yang pernah dipesan pembeli Malaysia, hasil pertanian Kota Batu memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh melalui produk olahan. Bagi pelaku usaha, pengolahan juga menjadi cara untuk memberikan nilai tambah ketika hasil panen segar menghadapi persoalan pemasaran.
Editor : Aditya N. RianSumber : Diolah dari beberapa sumber