BATU, RADAR BATU – Batu Art Flower Carnival (BAFC) kembali masuk dalam agenda peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu dan dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026 di Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu. Karnaval ini menjadi salah satu agenda wisata yang tetap dipertahankan di tengah penyederhanaan kalender event Kota Batu 2026.
Keberadaan BAFC dalam kalender tahun ini menarik perhatian karena jumlah agenda wisata Kota Batu memang dikurangi. Dari 66 event pada 2025, kalender wisata 2026 disaring menjadi 30 agenda. Pemerintah Kota Batu menyebut kurasi tersebut dilakukan agar event yang tersisa memiliki dampak ekonomi dan mampu menarik kunjungan wisatawan.
BAFC sendiri bukan sekadar pawai dengan kendaraan yang dihias bunga. Dalam penyelenggaraan sebelumnya, karnaval ini menjadi ruang bagi berbagai wilayah di Kota Batu untuk memperkenalkan potensi masing-masing. Desa atau kelurahan dapat membawa identitas wilayah melalui mobil hias, sementara unsur seni dan budaya turut menjadi bagian dari rangkaian parade.
Baca Juga: Semarak Batu Art Flower Carnival
Pada pelaksanaan 2025, misalnya, sebanyak 67 kontingen mengikuti BAFC. Pesertanya berasal dari lingkungan pemerintah daerah, desa dan kelurahan, hingga sejumlah instansi serta daerah lain. Kostum yang ditampilkan memadukan pakaian tradisional dengan hiasan tanaman dan bunga, sementara parade juga diiringi pertunjukan kesenian.
Konsep tersebut membuat bunga tidak berdiri sendiri sebagai ornamen. Tanaman hias merupakan salah satu potensi perkebunan yang dimiliki Kota Batu, sehingga parade menjadi cara untuk membawa potensi tersebut ke ruang publik. Pada gelaran sebelumnya, sejumlah kontingen bahkan menampilkan karakter wilayah masing-masing, seperti potensi bunga potong Desa Sidomulyo dan kekayaan alam Desa Gunungsari.
Jejak BAFC sebagai agenda tahunan juga sudah terlihat sejak beberapa tahun sebelumnya. Pemkot Batu pernah menempatkan karnaval ini sebagai bagian dari kalender wisata sekaligus wadah untuk memadukan seni, budaya, potensi pariwisata, dan ekonomi masyarakat. Artinya, daya tarik BAFC tidak hanya berada pada parade yang berlangsung sehari, tetapi juga pada cerita tentang potensi Kota Batu yang dibawa oleh para pesertanya.
Baca Juga: Event Lari Semarakkan CFD Mbatu Sae Kota Batu
Bagi wisatawan yang kebetulan berada di Kota Batu pada penghujung Oktober, BAFC bisa menjadi salah satu momen untuk melihat suasana kota dari sisi yang berbeda. Bukan hanya destinasi wisatanya yang menjadi perhatian, tetapi juga kreativitas yang hadir di ruang publik melalui parade tersebut.
Editor : Aditya N. RianSumber : Diolah dari beberapa sumber