BATU, RADAR BATU - Wacana pergantian bianglala di Alun-Alun Kota Batu kembali bergulir. Itu setelah sejumlah rencana sebelumnya gagal direalisasikan. Pemkot Batu kini menjajaki pengadaan wahana baru dengan produsen asal Tiongkok. Jika negosiasi dan lelang berjalan lancar, pemasangan ditargetkan berlangsung pada 2027.
Langkah tersebut ditandai dengan kedatangan tim teknis produsen ke Alun-Alun Kota Batu pada 4 Agustus lalu. Mereka meninjau lokasi untuk menguji kelayakan fisik dan teknis sebelum masuk tahap kesepakatan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi membenarkan penjajakan tersebut.
Sujud turut mendampingi jajaran Pemkot Batu saat meninjau pameran wahana di Jakarta hingga mendatangkan produsen ke Kota Batu. Namun, Sujud menegaskan, peran PHRI hanya sebatas pendampingan.
Baca Juga: New Wisata Wendit Malang, Destinasi Legendaris yang Kini Tampil Lebih Modern - Radar Batu
Pihaknya membantu melihat potensi dan jaringan produsen wahana. “Skema pembiayaan dan detail teknis pengadaan menjadi ranah Pemkot,” ujarnya. Dia mengaku tidak tahu-menahu terkait pembahasan lain-lain seperti spek wahana sampai anggarannya. Sebab, hal itu menjadi kebijakan internal pemkot.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan wahana baru memiliki kualitas baik dengan harga yang terjangkau bagi anggaran daerah. “Intinya kami ingin membeli bianglala dengan harga terjangkau namun memiliki kualitas terbaik,” terangnya.
Alfi menyebut pemasangan dapat dilakukan pada 2027. Syaratnya, proses negosiasi dengan produsen dan tahapan lelang berjalan lancar. “Apabila nantinya terwujud, rencananya akan dilakukan pemasangan tahun 2027 mendatang,” tegasnya.
Editor : Fajar Andre Setiawan