Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Apresiasi Mega Science Center

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 18:00 WIB
BERI APRESIASI: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyaksikan pertunjukan robot di Museum Mega Science dan Budaya JTP 1 kemarin (16/9). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
BERI APRESIASI: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyaksikan pertunjukan robot di Museum Mega Science dan Budaya JTP 1 kemarin (16/9). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Wahana edukasi terbaru Jawa Timur Park (JTP) Group, Museum Mega Science Center dan Budaya, resmi dibuka untuk umum kemarin (16/9). Wahana seluas tiga hektare di kawasan JTP 1 tersebut mengusung konsep pembelajaran sains, teknologi, dan kebudayaan secara interaktif. Trial opening dibuka langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Dia mengapresiasi hadirnya wahana edukasi tersebut. Khofifah menekankan pentingnya pendekatan sains modern berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurut Khofifah, pendekatan itu perlu disandingkan dengan nilai-nilai kebudayaan.

Museum edukasi itu diharapkan tidak sekadar menjadi tempat rekreasi. Namun, juga ruang untuk memahami rekonstruksi peradaban. Karena itu, dia mendorong manajemen menyiapkan pemandu profesional di setiap zona. Langkah tersebut dinilai penting agar pesan edukasi tersampaikan secara utuh dan menarik bagi siswa serta masyarakat umum.

Baca Juga: Erupsi Dini Hari Tadi, Gunung Ili Lewotolok Semburkan Abu Setinggi 600 Meter - Radar Batu

“Harapannya, anak-anak tidak lagi melihat sains atau matematika sebagai pelajaran yang menakutkan, melainkan sesuatu yang menyenangkan,” tambahnya. Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran diharapkan lebih mudah dipahami siswa. Pengetahuan yang diperoleh juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Direktur JTP Group Rio Imam Sendjojo mengatakan, pembukaan museum tersebut menjadi wujud inovasi pariwisata berbasis pembelajaran. Museum dirancang agar pelajar dapat memahami konsep sains dan sejarah peradaban tanpa merasa bosan. “Pengunjung bisa berinteraksi langsung dan merasakan pengalamannya,” ujarnya.

Baca Juga: Regenerasi Petani Masih Minim, Hanya 2.500 dari 18.000 Petani Berusia Muda - Radar Batu

Museum tersebut memadukan pembelajaran sejarah, kebudayaan, dan perkembangan ilmu pengetahuan modern secara interaktif. Fasilitasnya dilengkapi 617 alat peraga sains dan budaya. Jumlah tersebut diklaim sebagai yang terbanyak di Asia. Rio menyebut koleksi itu mengungguli museum sejenis di Tiongkok.

Untuk tiket masuk, pengunjung siswa sekolah dasar (SD), taman kanak-kanak (TK), dan kelompok bermain (playgroup) dikenai tarif Rp 50 ribu. Sementara, tiket pengunjung umum dipatok Rp 70 ribu. “Kami optimistis wahana baru ini akan menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan bagi pelajar dari berbagai daerah,” pungkas dia.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Mega Science Center jtp 1 edukasi museum JTP Group