Kampung Budaya Polowijen Malang, Wisata Budaya dengan Pesona Topeng Malangan

Luciana Ramadhani Putri • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 22:00 WIB
Kampung Budaya Polowijen menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Kota Malang yang memperkenalkan Topeng Malangan dan berbagai kesenian tradisional. (Google Maps/Andry Trianto)
Kampung Budaya Polowijen menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Kota Malang yang memperkenalkan Topeng Malangan dan berbagai kesenian tradisional. (Google Maps/Andry Trianto)

BATU, RADAR BATU – Kota Malang tidak hanya menawarkan wisata alam, kuliner, dan tempat rekreasi modern. Akan tetapi, disini juga terdapat destinasi yang mengajak pengunjung mengenal kesenian serta tradisi lokal, yakni Kampung Budaya Polowijen.

Kampung Budaya Polowijen berada di Jalan Cakalang, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kampung Budaya Polowijen buka setiap hari, Senin-Jumat jam 10.00 - 17.00 WIB, Sabtu 09.00 - 21.00 WIB, dan Minggu 10.00 - 17.00 WIB. Destinasi ini dikembangkan sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus tempat masyarakat memperkenalkan berbagai kesenian dan tradisi kepada pengunjung. Kampung Budaya Polowijen sendiri resmi diresmikan pada 2 April 2017.

Baca Juga: Tak Punya Panorama Spektakuler, Desa di Kota Batu Ini Jual Sejarah hingga Kampung Organik

Kenalkan Topeng Malangan

Salah satu daya tarik yang paling menonjol di Kampung Budaya Polowijen adalah seni Topeng Malangan. Pengunjung dapat mengenal berbagai karakter topeng sekaligus melihat aktivitas kriya yang menjadi bagian dari kehidupan budaya masyarakat setempat.

Jadesta mencatat adanya kegiatan workshop kriya Topeng Malang yang memungkinkan pengunjung mengenal proses pembuatan hingga pewarnaan topeng. Kerajinan tersebut juga dikembangkan dalam berbagai bentuk, mulai dari topeng kayu hingga cendera mata.

Selain kriya, Kampung Budaya Polowijen juga memiliki kegiatan latihan Tari Topeng Malang. Latihan rutin disebut berlangsung setiap Sabtu siang dan dapat diikuti pengunjung dalam kondisi tertentu. Beberapa jenis tari yang diajarkan antara lain Tari Topeng Bapang, Gunungsari, Kelono, Sekartaji, Patih, dan Panji.

Tak Hanya Melihat, Bisa Belajar Budaya

Konsep wisata di Kampung Budaya Polowijen tidak hanya mengandalkan kegiatan melihat pertunjukan. Pengunjung juga dapat mengikuti sejumlah aktivitas edukatif yang berkaitan dengan budaya lokal.

Salah satunya adalah workshop membatik. Motif yang dikembangkan antara lain motif topeng, Ken Dedes, serta motif lain yang diidentifikasi sebagai motif Malangan. Kegiatan membatik tersebut juga dikembangkan sebagai paket wisata edukasi.

Kampung Budaya Polowijen juga memiliki fasilitas seperti galeri topeng, galeri batik, panggung, gazebo, perpustakaan, warung, dan homestay. Selain kegiatan seni, terdapat pula sejumlah agenda budaya dan tradisi yang digelar pada waktu tertentu.

Ada Jejak Sejarah Polowijen

Di balik aktivitas budayanya, Polowijen memiliki sejarah yang turut memperkuat identitas kampung tersebut. Sumber kebudayaan pemerintah mencatat bahwa Polowijen dikenal dengan kesenian tari topeng pada awal abad ke-20 dan memiliki keterkaitan dengan Mbah Reni, tokoh yang dikenal sebagai empu Topeng Malangan.

Sejumlah situs budaya juga menjadi bagian dari identitas Kampung Budaya Polowijen, termasuk Situs Sumur Windu dan makam Mbah Reni. Pengelola juga menawarkan kegiatan napak tilas yang mengajak pengunjung mengenal jejak sejarah lokal tersebut.

Baca Juga: Wisata Sejarah Tersembunyi di Kota Malang, Kampung Ini Punya Museum Sendiri

Kampung Budaya Polowijen bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata dengan pengalaman berbeda di Kota Malang. Tak hanya melihat suasana kampung, pengunjung juga dapat mengenal Topeng Malangan, kesenian tradisional, kerajinan, hingga jejak sejarah yang masih dijaga masyarakat setempat. Destinasi ini pun menjadi salah satu pilihan untuk mengenal kekayaan budaya Malang secara lebih dekat.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
topeng malangan wisata malang wisata budaya Kampung budaya polowijen