BATU, RADAR BATU – Nasi bhuk menjadi salah satu kuliner yang cukup mudah ditemukan di Kota Malang. Meski dikenal sebagai makanan khas Madura, keberadaan nasi bhuk justru berkembang kuat di Malang dan telah menjadi bagian dari ragam kuliner kota ini.
Nasi bhuk merupakan sajian nasi campur dengan berbagai pilihan lauk. Dalam satu porsi, biasanya terdapat nasi, sayur lodeh atau rebung, sambal, serundeng atau dendeng kelapa, mendol, serta lauk seperti empal dan jeroan sapi.
Kuliner ini memiliki kaitan erat dengan masyarakat Madura yang bermigrasi ke Malang. Salah satu sumber menyebut nasi bhuk berkembang di Malang setelah warga Desa Banjeman, Bangkalan, menetap di sekitar Gang Madiun, Jalan Laksamana Martadinata. Dari tempat tersebut, nasi bhuk kemudian menyebar ke berbagai penjuru Kota Malang.
Baca Juga: Cari Sarapan di Batu? Warung Nasi Sidik Punya Rawon hingga Nasi Campur Mulai Rp17 Ribuan
Dahulu, nasi bhuk juga dijajakan secara sederhana oleh perempuan Madura. Penyebutan “bhuk” atau “buk” kemudian dikaitkan dengan sapaan kepada perempuan yang menjajakan makanan tersebut.
Seiring berjalannya waktu, nasi bhuk tidak hanya menjadi makanan yang dikonsumsi masyarakat Madura. Hidangan ini turut dikenal masyarakat Malang dan bertahan melalui sejumlah warung yang masih berjualan hingga sekarang.
3 Nasi Bhuk yang Bisa Dicicipi di Malang
Nasi Bhuk Bu Tuni
Nasi Bhuk Bu Tuni menjadi salah satu nasi bhuk yang cukup dikenal di Malang. Lokasinya berada di Jalan Kyai Tamin No.112, Sukoharjo, Kecamatan Klojen.
Pemerintah Kota Malang mencatat Nasi Buk Bu Tuni telah hadir sejak sekitar 1960. Dagangannya dijajakan secara sederhana di area Jalan Kyai Tamin dan sudah ramai sejak pagi. Bahkan, dalam sumber tersebut disebutkan dagangan kerap habis hanya dalam waktu sekitar dua jam.
Pilihan lauk yang tersedia antara lain jeroan sapi, empal, dan ayam goreng. Seporsinya juga dilengkapi sayur nangka muda, sambal khas Madura, kerupuk dendeng manis, peyek, serta serundeng. Empal menjadi salah satu lauk yang disebut sebagai favorit pelanggan. Nasi Bhuk Bu Tuni buka setiap hari sekitar 07.00–10.00 WIB.
Nasi Bhug Matirah
Nasi Bhug Matirah berada di Jalan Trunojoyo No.46, Klojen, Kota Malang. Nama Matirah termasuk yang kerap muncul ketika membahas nasi bhuk di Malang.
Sajian nasi bhuk Matirah terdiri dari nasi dengan pelengkap seperti bali tahu, mendol, serundeng, sambal, serta pilihan lauk berupa empal atau jeroan. Dendeng kelapa juga menjadi salah satu pelengkap yang disebut dalam sejumlah sumber mengenai nasi bhuk Matirah. Jam operasional Nasi Bhug Matirah buka setiap hari sekitar 07.00–15.00 WIB.
Warung Sholawat Nasi Bhuk Hj. Saudah
Warung Sholawat Nasi Bhuk Hj. Saudah bisa ditemukan di Jalan Kawi No.42, Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Warung ini buka setiap hari sekitar jam 06.00–15.15 WIB.
Nasi bhuk di tempat ini disajikan dengan sayur lodeh nangka muda atau rebung, dendeng kelapa, mendol, sambal, dan peyek. Pembeli juga dapat memilih lauk tambahan seperti empal, ayam, telur, hingga beragam jeroan.
Selain nasi bhuk, Warung Sholawat juga menyediakan sejumlah menu lain seperti rawon dan soto Madura.
Keberadaan sejumlah warung tersebut memperlihatkan bagaimana nasi bhuk yang memiliki akar dari Madura dapat berkembang dan bertahan di Kota Malang. Sajian sederhana berupa nasi, sayur, sambal, serundeng, serta pilihan lauk tersebut kini menjadi salah satu kuliner yang dapat dijumpai di berbagai titik kota.
Baca Juga: Sudah Ada Sejak 1976, Rumah Makan Mesir Batu Sajikan Kuliner Timur Tengah Kaya Rempah
Bagi yang ingin mengenal kuliner Malang dari sisi sejarahnya, nasi bhuk menarik untuk dicoba bukan hanya karena isiannya, tetapi juga karena cerita perpindahan masyarakat dan kuliner Madura yang ikut membentuk keragaman makanan di Kota Malang.
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber