Museum Mpu Purwa Malang, Wisata Sejarah dengan Koleksi Kanjuruhan hingga Majapahit

Luciana Ramadhani Putri • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 22:00 WIB
Museum Mpu Purwa di Kota Malang menyimpan berbagai peninggalan sejarah berupa arca, prasasti, dan artefak dari masa kerajaan Jawa kuno. (Google Maps/Dedi Irfan)
Museum Mpu Purwa di Kota Malang menyimpan berbagai peninggalan sejarah berupa arca, prasasti, dan artefak dari masa kerajaan Jawa kuno. (Google Maps/Dedi Irfan)

BATU, RADAR BATU – Kota Malang tidak hanya menawarkan wisata alam, kuliner, dan tempat rekreasi. Bagi wisatawan yang ingin mengisi waktu dengan perjalanan sejarah, Museum Mpu Purwa dapat menjadi salah satu tujuan untuk melihat langsung berbagai peninggalan dari masa kerajaan di Jawa Timur.

Berada di Jalan Soekarno-Hatta No. 210, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, museum ini menyimpan beragam benda bersejarah, mulai dari arca, prasasti, hingga artefak arkeologis lainnya. Koleksi yang ditampilkan membawa pengunjung mengenal perjalanan peradaban yang pernah berkembang di wilayah Malang dan Jawa Timur.

Museum Mpu Purwa merupakan museum khusus tipe C yang dikelola Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Berdasarkan data Kementerian Kebudayaan, museum ini memiliki 129 koleksi yang berasal dari berbagai periode sejarah.

Baca Juga: Museum Zoologi Frater Vianney Malang Simpan Lebih dari 12.000 Spesimen, ada Nautilus hingga Ular Awe

Salah satu daya tarik Museum Mpu Purwa terletak pada koleksinya yang berkaitan dengan perkembangan kerajaan Jawa kuno. Benda-benda yang tersimpan di dalam museum mencakup peninggalan dari masa Mpu Sindok hingga Majapahit. Koleksi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan sejarah kerajaan yang pernah berkembang di wilayah Malang, termasuk Kanjuruhan dan Singhasari.

Ada Arca hingga Prasasti Kuno

Saat memasuki ruang pamer, pengunjung dapat menemukan berbagai arca dengan bentuk dan karakter yang berbeda. Beberapa di antaranya adalah Nandiswara, Mahakala, Agastya, Brahma Catur Muka, Dwarapala, hingga Ganesya.

Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah arca Ganesya. Dalam data koleksi resmi Museum Mpu Purwa, arca tersebut digambarkan dalam posisi duduk dengan empat tangan dan membawa sejumlah atribut yang menjadi ciri penggambaran Ganesya dalam tradisi Hindu.

Selain arca, museum juga menyimpan prasasti yang menjadi sumber penting untuk mengenali sejarah masa lampau. Salah satunya adalah Prasasti Dinoyo II. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang bahkan menjadikan Makara dan Prasasti Dinoyo II sebagai koleksi masterpiece dalam kegiatan pengenalan koleksi Museum Mpu Purwa.

Keberadaan berbagai koleksi tersebut membuat kunjungan ke Museum Mpu Purwa tidak hanya sebatas melihat benda-benda kuno. Pengunjung dapat memperoleh gambaran mengenai kehidupan, kepercayaan, serta perkembangan peradaban masyarakat pada masa kerajaan melalui informasi yang disajikan bersama koleksi.

Museum Mpu Purwa Tampil Lebih Modern

Museum Mpu Purwa sebelumnya merupakan Balai Penyelamatan Benda Purbakala yang dibentuk Pemerintah Kota Malang untuk menyimpan benda-benda bersejarah yang ditemukan di berbagai wilayah Malang Raya.

Pada 2001, benda-benda tersebut mulai dikumpulkan di gedung bekas SDN Mojolangu 2. Museum kemudian diresmikan pada 2004 oleh Wali Kota Malang saat itu, Peni Suparto.

Seiring perkembangannya, Museum Mpu Purwa menjalani proses revitalisasi pada 2014 hingga 2017. Setelah revitalisasi selesai, museum diresmikan kembali pada 14 Juli 2018 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Muhadjir Effendy.

Perubahan tersebut membuat museum memiliki tampilan yang lebih modern dengan ruang pamer yang ditata untuk membantu pengunjung memahami koleksi. Area pamer terdiri dari dua lantai. Lantai pertama menampilkan sejumlah arca dan dilengkapi ruang audio visual, sedangkan lantai kedua menyajikan informasi yang berkaitan dengan kisah Ken Arok.

Nama Mpu Purwa sendiri diambil dari tokoh religius dalam sejarah Jawa kuno. Sosok tersebut memiliki kaitan dengan sejarah Singhasari melalui putrinya, Ken Dedes, yang kemudian menjadi bagian penting dalam silsilah kerajaan di Jawa.

Gratis untuk Dikunjungi

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, Museum Mpu Purwa dapat menjadi pilihan wisata edukasi tanpa perlu mengeluarkan biaya tiket masuk. Berdasarkan data Sistem Informasi Pariwisata Nasional, kunjungan ke museum ini gratis atau tidak dikenakan tiket masuk.

Sementara itu, informasi yang dikelola Museum Mpu Purwa mencantumkan jadwal kunjungan pada Selasa hingga Minggu pukul 08.30-15.00 WIB, dengan waktu operasional pada Jumat hingga pukul 14.00 WIB. Museum tercatat tutup pada Senin dan hari libur nasional.

Baca Juga: Museum Mega Science Jatim Park Group Dibuka 16 September

Dengan koleksi arca, prasasti, dan benda peninggalan masa kerajaan, Museum Mpu Purwa menawarkan pilihan wisata yang sekaligus memberikan pengalaman mengenal sejarah. Lokasinya yang berada di Jalan Soekarno-Hatta juga membuat museum ini mudah dijangkau, terutama bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin mencari alternatif wisata edukasi di Kota Malang.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
museum Malang wisata malang museum mpu purwa wisata sejarah