Museum Zoologi Frater Vianney Malang Simpan Lebih dari 12.000 Spesimen, ada Nautilus hingga Ular Awe

Luciana Ramadhani Putri • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 02:00 WIB
Koleksi satwa di Museum Zoologi Frater Vianney, Kabupaten Malang. Museum ini menyimpan ribuan spesimen fauna untuk sarana edukasi dan pengenalan keanekaragaman hewan. (Google Maps/Achmad Dill)
Koleksi satwa di Museum Zoologi Frater Vianney, Kabupaten Malang. Museum ini menyimpan ribuan spesimen fauna untuk sarana edukasi dan pengenalan keanekaragaman hewan. (Google Maps/Achmad Dill)

BATU, RADAR BATU – Museum Zoologi Frater Vianney di Kabupaten Malang bisa menjadi pilihan wisata edukasi bagi masyarakat yang ingin mengenal dunia fauna lebih dekat. Bukan hanya menghadirkan hewan awetan, museum ini menyimpan ribuan spesimen yang dikumpulkan dan diklasifikasikan untuk mendukung pembelajaran zoologi.

Berada di Jalan Raya Karangwidoro No. 7, Desa Karangbesuki, Kecamatan Dau, Museum Zoologi Frater Vianney memiliki sejarah yang berkaitan erat dengan sosok Frater Maria Vianney van Hoessel BHK. Biarawan asal Belanda tersebut dikenal memiliki ketertarikan terhadap zoologi, terutama penelitian mengenai moluska.

Dedikasinya terhadap bidang tersebut turut melahirkan koleksi yang menjadi bagian penting dari museum. Katalog Museum Indonesia mencatat Frater Vianney berhasil mengumpulkan data mengenai sekitar 80 famili moluska di Indonesia. Koleksi dan penelitian tersebut kemudian dikembangkan hingga menjadi museum yang dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan rekreasi keluarga.

Baca Juga: Museum Mega Science Jatim Park Group Dibuka 16 September

Punya Ribuan Spesimen Hewan

Salah satu hal yang membuat Museum Zoologi Frater Vianney menarik adalah jumlah koleksinya. Berdasarkan pemberitaan TIMES Indonesia, museum ini memiliki lebih dari 12.000 spesimen hewan yang diawetkan.

Koleksinya berasal dari berbagai kelompok fauna. Pengunjung dapat menemukan aneka cangkang kerang, reptil, burung hingga mamalia. Beberapa di antaranya berupa ular awetan, kura-kura, iguana, penyu, hingga satwa berukuran besar yang dipajang sebagai bagian dari koleksi museum.

Koleksi kerang menjadi salah satu bagian yang cukup menonjol. Ada berbagai bentuk dan ukuran, termasuk Kima, kerang mutiara, Telescopium hingga Nautilus. Pemkab Malang menyebut Nautilus sebagai salah satu koleksi yang menarik karena bentuknya relatif tidak berubah selama ratusan juta tahun dan kerap disebut sebagai fosil hidup.

Nautilus bahkan dipilih sebagai logo Museum Zoologi Frater Vianney. Selain koleksi yang telah diawetkan, museum juga memiliki satwa yang berada dalam perawatan. Katalog Museum Indonesia mencatat adanya kerja sama dengan BKSDA Jawa Timur dalam penitipan dan perawatan hewan.

Bisa Jadi Wisata Edukasi

Keberadaan berbagai spesimen tersebut membuat museum tidak sekadar menjadi tempat melihat koleksi satwa. Pengunjung dapat mempelajari bentuk, jenis dan keanekaragaman fauna melalui objek yang ditampilkan secara langsung.

Pemkab Malang juga menyebut museum ini kerap dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi pelajar, khususnya untuk mengenal ilmu biologi dan keanekaragaman fauna.

Baca Juga: Museum Satwa, Wisata Edukasi dengan Koleksi Satwa dari Berbagai Belahan Dunia

Karena itu, Museum Zoologi Frater Vianney dapat menjadi alternatif wisata edukasi di Malang bagi pengunjung yang ingin mendapatkan pengalaman rekreasi sekaligus menambah pengetahuan mengenai dunia hewan.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
museum Malang Musuem Zoologi Frater Vianney wisata edukasi kabupaten malang