BATU, RADAR BATU - Museum Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park 1 mulai dibuka untuk publik melalui trial opening pada 16 September mendatang. Destinasi baru Jawa Timur Park (JTP) Group itu menggabungkan edukasi sains, teknologi, simulasi bencana, sejarah, dan budaya dalam konsep interaktif.
Manager Marketing and Public Relations Jawa Timur Park Group Titik S Ariyanto mengatakan museum tersebut dirancang agar pengunjung bisa belajar melalui pengalaman langsung. Konsep itu menyasar pelajar, keluarga, hingga wisatawan umum. “Sains, teknologi, dan budaya kami hadirkan dalam pengalaman, sehingga proses belajar dapat berlangsung secara menyenangkan dan mudah dipahami,” ujarnya.
Sejumlah zona interaktif disiapkan di dalam museum. Di antaranya Zona Fisika yang menghadirkan eksperimen koneksi tulang, listrik dan magnet, transmisi suara berbasis serat optik, hingga gyroscope. Ada pula Zona Antariksa dengan wahana Lunar Walk. Pengunjung dapat merasakan sensasi berjalan dengan efek gravitasi yang dibuat menyerupai kondisi di permukaan bulan.
Baca Juga: Speaker Freaker, Lagu Baru dari Girlgroup No Na yang Akan Rilis Hari Ini - Radar Batu
Museum tersebut juga memiliki zona simulasi bencana alam. Pengunjung diajak merasakan pengalaman menghadapi kondisi bencana secara langsung. Teknologi modern dihadirkan melalui Zona Robotik dan Artificial Intelligence (AI). Pengunjung juga dapat mencoba Brain Race Car, Jumping Grid, berinteraksi dengan robot anjing GO2, serta menyaksikan Robot Dance dan robot humanoid seri G1.
Di area luar museum, pengunjung juga dapat mencoba wahana Gravity Coaster sebelum memasuki gedung utama. Selain wahana sains dan teknologi, museum menyediakan program pertunjukan serta workshop kreatif setiap hari pukul 11.00-15.00. Kegiatannya antara lain Workshop Wayang Suket, Wayang Kardus, Workshop Terakota, pertunjukan Srimulat, dan atraksi Keris Dance.
Titik berharap destinasi baru tersebut menjadi ruang belajar yang lebih menyenangkan sekaligus memperkuat pilihan wisata edukasi di Kota Batu. “Peluncuran destinasi baru ini kami harapkan dapat menjadikan wahana ini sebagai ruang eksplorasi belajar yang menyenangkan bagi pelajar, keluarga, maupun wisatawan umum,” tandas dia.
Editor : Fajar Andre Setiawan