BATU, RADAR BATU – Jenang identik dengan jajanan tradisional yang lekat dengan rasa manis, gurih, dan kenangan masa kecil. Namun, di tengah banyaknya kuliner modern yang terus bermunculan, jajanan lawas juga bisa tampil dengan cara yang lebih dekat dengan selera masa kini.
Salah satunya bisa ditemukan di De Jenangs, kedai di Kota Malang yang membawa jenang tradisional ke dalam sajian yang lebih kekinian. Bukan mengubah jenang menjadi makanan yang sepenuhnya berbeda. De Jenangs justru mempertahankan komponen khasnya sambal memberikan pilihan penyajian dan juga topping yang lebih beragam.
De Jenangs berada di Jalan Kakak Tua Utara No. 38, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Buka pada pukul 11.00 WIB sampai habis. Kedai ini dirintis oleh Sam Lufi pada tahun 2019. Ide tersebut berawal dari kegemarannya menyantap jenang sejak kecil, kemudian dikembangkan menjadi usaha dengan konsep yang berbeda dari sajian jenang pada umumnya.
Baca Juga: Perut Kenyang, Dompet Aman! 4 Kuliner Murah di Kota Batu Dibawah Rp15 Ribu
Tetap Mempertahankan Cita Rasa Jenang
Dalam sajian tradisionalnya, jenang biasanya terdiri dari beberapa komponen seperti bubur sumsum, ketan hitam, sagu mutiara, grendul, gula merah, dan santan. Komponen tersebut masih menjadi bagian dari menu yang ditawarkan De Jenangs.
Sam Lufi kemudian memberikan sentuhan berbeda dengan memadukan jenang bersama susu dan es krim. Konsep tersebut menjadi salah satu cara De Jenangs menghadirkan makanan tradisional dengan tampilan dan rasa yang lebih modern tanpa meninggakan karakter dasar jenang.
Konsep tersebut terlihat dalam dua menu andalannya, yakni De Jenangs Jowo dan De Jenangs Londho. Keduanya memiliki komponen utama yang relative serupa, tetapi menggunakan kuah yang berbeda. De Jenangs Jowo menggunakan santan, sedangkan De Jenangs Londho menggunakan susu.
Untuk pilihan rasanya, tersedia beberapa varian seperti De Jenangs Jowo Original dan Durian. Sementara De Jenangs Londho hadir dalam pilihan Original, Durian, Greentea, hingga Taro. Pengunjung juga dapat menambahkan topping sesuai selera.
Jenang Disajikan dengan Es
Salah satu hal yang membuat sajian De Jenangs berbeda adalah adanya pilihan jenang dengan es. Konsep ini memberikan sensasi yang lebih segar dibandingkan sajian jenang tradisional yang umumnya dinikmati hangat dengan kuah santan dan gula merah. Terdapat beberapa menu De Jenangs, diantaranya ialah Es Jenang Londo Durian, Jenang Londo Original, Es Santan Mutiara, serta Jenang Londho dengan cookies dan oreo crumb. Selain jenang, tersedia pula pilihan ketan hitam, latte, dan mini boba.
Tidah hanya dari menu, penyajiannya juga dibuat lebih menarik. Untuk makan di tempat, jenang disajikan menggunakan mangkuk berbahan batok kelapa. Sementara untuk dibawa pulsng, tersedia kemasan cup yang memberikan kesan lebih modern.
Kehadiran De Jenangs menunjukkan bahwa jajanan tradisional masih memiliki ruang untuk berkembang di tengah banyaknya pilihan kuliner kekinian. Jenang yang selama ini dikenal dengan sajian sederhana kini bisa dinikmati dengan pilihan rasa, topping, susu, es, hingga penyajian yang lebih modern.
Baca Juga: 30 Menit dari Kota Batu, Tiga Kuliner Legendaris Malang Ini Masih Ramai Diburu Pengunjung
Bagi yang ingin mencicipi jenang dengan pengalaman berbeda, De Jenangs bisa menjadi salah satu pilihan saat berburu kuliner di Kota Malang. Perpaduan cita rasa tradisional dan kreasi baru membuat sajian ini tidak hanya cocok bagi mereka yang sudah akrab dengan jenang, tetapi juga bisa menjadi cara untuk mengenalkan jajanan tradisional kepada penikmat kuliner generasi sekarang.
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber