Wisata Payung Batu berada di kawasan perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Malang, tepatnya di sepanjang Jalan Raya Pujon. Lokasinya berada di jalur yang menghubungkan Kota Batu dengan wilayah Pujon dan menjadi salah satu tempat persinggahan bagi pengendara yang melintas.
Kawasan ini dikenal sebagai tempat wisata kuliner yang berbeda dari destinasi wisata pada umumnya. Pengunjung tidak perlu mencari wahana atau membayar tiket masuk untuk menikmati suasananya. Daya tarik utama justru berasal dari deretan warung di pinggir jalan, udara dingin pegunungan, serta pemandangan Kota Batu dan kawasan Malang Raya dari ketinggian.
Terbagi Menjadi Payung 1, 2, dan 3
Wisata Payung Batu terdiri atas tiga bagian, yakni Payung 1, Payung 2, dan Payung 3. Ketiganya berada di sepanjang jalur Batu-Pujon dengan karakter kawasan yang hampir serupa.
Warung-warung yang berdiri di kawasan tersebut menjadi tempat pengunjung beristirahat setelah melewati jalan yang menanjak dan berkelok. Dari sejumlah titik, pengunjung dapat melihat hamparan kawasan di bawahnya, terutama ketika cuaca sedang cerah.
Kawasan Wisata Payung juga telah lama dikenal sebagai tempat untuk menikmati kuliner sederhana. Jagung bakar menjadi salah satu menu yang identik dengan kawasan ini. Selain itu, tersedia pula roti bakar, mi instan, serta berbagai makanan ringan dan makanan lainnya.
Untuk mengimbangi udara yang dingin, pengunjung dapat memilih berbagai minuman hangat seperti kopi, susu jahe hingga wedang ronde. Harga makanan dan minuman yang relatif terjangkau membuat kawasan ini kerap dipilih sebagai tempat bersantai tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.
Menikmati Kuliner Sambil Melihat Citylight
Salah satu waktu yang menarik untuk datang ke Wisata Payung Batu adalah sore hingga malam hari. Ketika langit mulai gelap, pemandangan kawasan Kota Batu dari ketinggian berubah menjadi hamparan cahaya lampu.
Suasana tersebut menjadi alasan kawasan Payung pernah populer sebagai tempat nongkrong, terutama pada malam akhir pekan. Pengunjung dapat duduk di warung sambil menikmati makanan dan minuman hangat, kemudian melihat pemandangan kota dari kejauhan.
Udara pegunungan yang dingin juga menjadi bagian dari pengalaman ketika berkunjung. Karena itu, pakaian hangat menjadi perlengkapan yang sebaiknya disiapkan, terutama bagi pengunjung yang berencana menghabiskan waktu hingga malam.
Dulu Ramai, Kini Suasananya Lebih Tenang
Jika dibandingkan dengan masa ketika kawasan ini menjadi salah satu tempat nongkrong favorit di Kota Batu, suasana Wisata Payung kini terasa lebih tenang. Meski begitu, keberadaan warung dan panorama yang ditawarkan membuat kawasan ini masih memiliki daya tarik tersendiri.
Wisata Payung juga berbeda dari destinasi wisata berbayar yang mengandalkan wahana. Pengunjung datang terutama untuk menikmati perjalanan, suasana pegunungan, kuliner sederhana, dan pemandangan dari ketinggian.
Bagi wisatawan yang mencari tempat bersantai dengan suasana lebih sederhana, kawasan ini dapat menjadi salah satu pilihan ketika melintas di jalur Batu-Pujon. Terlebih bagi mereka yang ingin menikmati jagung bakar atau minuman hangat sembari melihat gemerlap lampu Kota Batu pada malam hari.
Dengan suasana yang tidak seramai sejumlah destinasi wisata modern di Kota Batu, Wisata Payung justru menawarkan pengalaman yang lebih santai. Kawasan ini menjadi pengingat bahwa menikmati perjalanan tidak selalu harus dilakukan di tempat wisata besar, tetapi juga bisa melalui secangkir minuman hangat, makanan sederhana, udara dingin, dan panorama kota dari ketinggian.
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber