BATU, RADAR BATU – Kota Batu selama ini identik dengan wisata alam dan taman hiburan modern. Padahal, di balik itu semua, ada sederet situs religi bersejarah yang tersimpan rapi di Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu. Sayangnya, deretan situs ini belum banyak masuk radar wisatawan.
Salah satunya adalah Punden Mbah Masayu Sinto Mataram di Jalan Suropati. Menurut catatan sejarah lokal, Mbah Masayu Sinto Mataram dipercaya sebagai tokoh yang berjasa dalam penyebaran Islam sekaligus cikal bakal nama Ngaglik. Situs ini sempat direvitalisasi oleh Pemkot Batu pada 2022 dan diresmikan sebagai ikon wisata religi kelurahan.
Tak jauh dari sana, ada Makam Mbah Sri Dewi di Jalan Ikhwan Hadi dan Makam Kiai Zakaria di Jalan Lesti. Keduanya sama-sama dipercaya masyarakat sebagai leluhur yang berperan dalam cikal bakal daerah Ngaglik. Situs-situs ini masuk dalam daftar cagar budaya yang tercatat resmi di laman Jadesta milik Kementerian Pariwisata.
Baca Juga: Wisata Pesarean Gunung Kawi, Lebih dari Sekadar Wisata Religi
Selain makam, ada juga Patirtan Sumber Tanjung yang terletak di Jalan Lesti RW 04. Beda dari situs lain, patirtan ini berupa sumber mata air yang secara turun-temurun dipakai warga untuk menyucikan diri. Hingga kini, sumber air itu masih menjadi pusat kehidupan warga Ngaglik, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun kegiatan yang dianggap sakral.
Empat situs ini menunjukkan kalau Kota Batu punya kekayaan wisata religi yang jauh lebih beragam daripada yang selama ini dikenal publik. Buat kamu yang suka jalan-jalan sambil napak tilas sejarah, kawasan Ngaglik bisa jadi destinasi alternatif yang tenang dan sarat makna.
Baca Juga: Tenangkan Diri dengan Berwisata Rohani, Tiga Rekomendasi Wisata Religi di Malang
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber